Abaikan Kader Internal, Perludem jaDI Sulsel Sindir Golkar

Ketua Pemerhati Pemilu dan Jaringan Demokrasi Indonesia (Perludem JaDI) Sulsel, Mardiana Rusli (kedua dari kiri). (Fajar/Mirsan)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Keputusan Partai Golkar mengusung Moh Ramdhan "Danny" Pomanto di Pilwakot Makassar, dinilai mengabaikan potensi yang dimiliki kader internal Golkar.

Seperti diketahui, ada nama Syamsu Rizal yang juga menjadi bakal calon wali kota Makassar yang tak lain merupakan kader Golkar. Golkar sendiri berencana menduetkan Danny Pomanto dengan Zunnun Halid, putra Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid.

Ketua Pemerhati Pemilu dan Jaringan Demokrasi Indonesia (Perludem JaDI) Sulsel, Mardiana Rusli mengatakan, ada kecenderungan partai politik melanggengkan politik dinasti dan oligarki.

"Partai politik hanya bermain pada klan-klan saja. Sementara ada potensi yang lain yang harus diperhatikan, misalnya kader partai banyak yang bagus tapi tidak dilihat karena oligarki itu," kata Mardiana, Senin (09/03/2020).

Mantan Komisioner KPU Sulsel ini menyebutkan politik dinasti dalam Pilkada serentak 2020 di Sulsel terdeteksi terjadi di enam daerah.

"Kan ada enam yang digadang-gadang akan maju (politik dinasti), kalau di Gowa sudah jelas karena incumben. Ada beberapa figur di daerah lain seperti Bulukumba, Pangkep, Maros, itu garis politiknya sangat jelas," sebutnya.

Mardiana menyebutkan politik dinasti juga menutup ruang bagi kaum muda potensial yang ada di Sulsel. Tak hanya di Pilkada 2020, politik dinasti juga masif terjadi saat Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun lalu.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...