Bisnis Hotel Kian Lesu, PHRI Makassar: Kami Hindari PHK Karyawan

Senin, 9 Maret 2020 22:36
Belum ada gambar

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Makassar Kwandy Salim

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Imbas dari wabah Corona melanda Indonesia, lini bisnis perhotelan ikut ketiban sial. Sejak Februari 2020, bisnis perhotelan lesu, tingkat keterisian kamar hotel turun drastis hingga 40 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Makassar Kwandy Salim saat dihubungi fajar.co.id menuturkan, virus Corona atau COVID-19 berdampak buruk pada tingkat keterisian hotel. Bila hal ini terus terjadi, ia memprediksi, bisnis perhotelan perlahan akan terpuruk.

“Adanya wabah Corona ini membuat orang malas bepergian. Mereka takut beraktivitas di luar rumah atau keluar daerah. Mereka cenderung membatalkan dan menunda perjalanannya sampai kondisi benar-benar stabil,” ungkap Kwandy.

Ia kemudian memprediksi, jika dalam satu atau dua bulan ke depan, kondisi tak jua membaik besar kemungkinan akan mengganggu jalannya bisnis perhotelan.

“Saya perkirakan jika sebulan kedepan kondisinya begini terus, hotel akan anjlok,” kata Kwandy.

Namun, ia tak ingin berspekulasi akan terjadi pemutusan kerja bagi karyawan hotel. “Kalau pemutusan tenaga kerja, mudah-mudahan tidak terjadi,” ujarnya.

PHRI Makassar juga telah berkonsolidasi untuk ikut mencegah virus yang telah merenggut ribuan nyawa ini. Mayoritas hotel di Makassar telah mengantisipasi tersebarnya virus Corona ini.

“Kami telah siapkan hand sanitizer di sejumlah titik strategis di hotel. Seperti di lift, toilet maupun di sudut-sudut hotel. Kami juga secara rutin melakukan pembersihan di gagang tangga atau tombol lift,” jelas Kwandy. (endra)

Bagikan berita ini:
4
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar