Hunian Hotel Anjlok dan Karyawan Tetap Harus Digaji, PHRI Makassar Minta Bebas Pajak

Senin, 9 Maret 2020 08:33

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sejak wabah corona atau COVID-19 melanda dunia khususnya Indonesia, sejumlah lini bisnis mulai merasakan dampak buruknya. Salah satunya bisnis perhotelan dan restoran.

Di Makassar, lini bisnis perhotelan dan restoran telah merasakan pukulan dari virus Corona sejak Februari 2020. Bahkan penurunan tingkat hunian terjun bebas hingga 40 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Makassar Kwandy Salim yang dihubungi fajar.co.id menyatakan, Virus Corona benar-benar menjadi pukulan telak bagi pengusaha perhotelan.

Tingkat keterisian hotel di Makassar menurun 20 hingga 40 persen sejak isu corona merebak. Sementara tingkat keterisian hotel hanya 20 sampai 30 persen.

“Karena corona, orang malas bepergian. Penerbangan internasional pun dibatasi, begitu juga dengan pengunjung domestik. Kebanyakan dari luar Makassar lebih memilih berkegiatan di daerahnya masing-masing,” ungkap Kwandy, Minggu (8/3) malam.

Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk melakukan promosi hingga menebar potongan diskon. “Hasilnya nihil, karena memang tidak ada orang yang datang,” keluhnya.

PHRI Makassar berpandangan, kondisi ini akan semakin memburuk jika hingga April 2020 tingkat keterisian kamar hotel tak menunjukkan perbaikan.

“Saya perkirakan jika sebulan kedepan kondisinya begini terus, hotel akan anjlok,” kata Kwandy.

Dengan begitu, Kwandy berharap agar pemerintah turun tangan mengatasi polemik ini. Termasuk meminta pemerintah menurunkan pajak atau membebaskan pajak sementara waktu hingga kondisi benar-benar stabil.

Bagikan berita ini:
2
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar