Anies Baswedan Tunda Ajang Balapan Formula E, Mahfud: Jangan-Jangan Tidak Sukses

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pebalap Sean Gelael (kiri) didalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari promosi Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E tahun 2020. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan kondisi DKI Jakarta masih aman meskipun tengah terjadi virus korona (COVID-19). Hal itu disampaikannya menyusul keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menunda ajang balapan Formula E.

Mahfud memperkirakan keputusan itu diambil Anies atas dasar situasi dunia saat ini yang tengah bergelut dengan virus korona. Jika balapan dipaksakan digelar pada Juni 2020 mendatang, dikhawatirkan tidak berjalan sesuai target.

“Karena melihat situasi jangan-jangan itu (Formula E nanti) tidak sukses kan, karena kecenderungan di banyak dunia menghendaki agar menghindarkan perkumpulan-perkumpulan orang terlalu banyak, seperti tontonan dan sebagainya,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (11/3).

Dia memperkirakan ketika balapan tetap digelar sesuai jadwal dikhawatirkan animo penonton akan sepi. Karena banyak negara menahan diri mendatangi sebuah acara dengan massa yang banyak guna mencegah tertular virus Korona. “Itu mungkin kalau enggak banyak orang yang nonton kan rugi juga, lalu ditunda, barangkali,” jelas Mahfud.

Kendati demikian, Mahfud tak tahu pasti alasan Anies melakukan penundaan. “Yang tahu alasan penundaan itu tentu Pak Anies, karena memang Pak Anies yang punya program itu, program formula itu, dia yang mengumumkan dulu bahwa akan ada itu, lalu dia juga yang kalau harus ditunda,” imbuhnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...