Khawatir Ada Apa-apa, Izin Sandar Kapal Pesiar Diperketat

Rabu, 11 Maret 2020 07:06

Kapal pesiar MV Viking Sun ditolak berlabuh di Surabaya, Jawa Timur dan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Bali. Pemprov...

FAJAR.CO.ID, MATARAM–Kapal pesiar MV Viking Sun ditolak berlabuh di Surabaya, Jawa Timur dan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Bali. Pemprov NTB juga belum memberi izin berlabuh di pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.

Penolakan tersebut diklaim pemerintah dua provinsi tersebut karena membawa turis asing yang cukup banyak. Sehingga, dikhawatirkan menularkan virus corona (Covid-19). Kapal pesiar tersebut membawa 848 wisatawan mancanegara dan 460 kru.

“Belum mengizinkan, alasannya untuk keamanan dan keselamatan. Tapi tetap kita tidak boleh berlebihan menangapinya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, Senin (9/3) lalu.

Informasi, tentang menyandarnya kapal persiar MV Viking Sun ini pun ditanggapi beragam oleh masyarakat. Untuk itu, pemprov melakukan perketatan pengamanan, melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Tentu kita ingin menservis visitor kita dengan sebaik-baiknya, tetapi karena ini memang masalah yang harus kita tangani secara bijak semua. Bukan mau menolak karena apa, tapi sama-sama saling menjaga,” jelasnya.

Di sisi lain, dari pihak pelaku industri pariwisata pun menginginkan kedatangan tamu. Khususnya wisatawan mancanegara. Lantaran kondisi di bulan ini sepi dari pengunjung. Bahkan besar harapan para pelaku usaha industri, mereka (wisman kapal pesiar) bisa mendorong pertumbuhan industri pariwisata.

“Ya tetapi di satu sisi juga kita harus melihat untuk saat ini manfaat dan kerugiannya, jangka pendek ini. Tapi ini kita lihat korona semakin lama semakin menurun, mudah-mudahan tidak ada lagi. Apalagi event-event yang lain cukup banyak, jangan berlebihan lah (menanggapi),” tuturnya.

Bagikan berita ini:
1
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar