Khawatir Ada Apa-apa, Izin Sandar Kapal Pesiar Diperketat

  • Bagikan

Terpisah, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan, pihaknya bersama dengan provinsi sudah melakukan rapat. Yakni, terkait kedatangan kapal pesiar tersebut. Keputusannya saat itu akan ikut (keputusan) dari dearah Bali. Karena daerah yang paling preventif terhadap kepariwisataan yakni Bali. Artinya pengamanan di sana pasti sangat ketat.

“Apa yang dilakukan Bali, itu yang akan kita lakukan. Itu keputusannya pada waktu rapat,” katanya.

Maka dari itu ketika rapat beberapa waku lalu, dia minta pemda tetap berkomunikasi dengan Bali. Begitu juga pihak-pihak terkait dengan pelabuhan tetap berkomunikasi, terutama dengan pihak pelabuhan Benoa Denpasar Selatan Bali.

“Tetapi kita minta juga untuk tetap memperhatikan psikologis masyarakat. Kita tetap melakukan prosedurnya. Jadi tidak berarti kita mengikuti Bali, kemudian kita melakukan prosedur (pengamanan dan pemeriksaan) juga di sini,” tuturnya.

Menurutnya, pelaku pariwisata berharap kedatangan kapal pesiar yang membawa banyak wisatawan. Dan memberi dampak yang signifikan bagi pariwisata NTB. Namun dalam hal tersebut pihak mengikuti keputusan dari Bali. Jika dari Bali memperbolehkan, maka akan diperbolehkan. Dengan prosedur yang sesuai standar WHO.

“Tetapi kalau Bali tidak menerima kita langsung tidak menerima juga,” pungkasnya. (tea/r5)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan