NH Lepas Jabatan, Pengamat Sebut Golkar Sulsel Terpecah Tiga Faksi

Rabu, 11 Maret 2020 10:38

Plt Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid dan Ketua Golkar Makassar Farouk M Betta.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Jabatan Ketua DPD I Golkar Sulsel dipastikan akan kosong. Itu setelah Nurdin Halid yang baru saja terpilih lewat musda beberapa bulan lalu diminta oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk fokus di DPP.

Pengamat politik, Andi Luhur Prianto mengungkapkan jika dipetakan, setidaknya ada tiga faksi calon suksesor NH di Musda. Yakni faksi status quo, faksi pro-perubahan, dan faksi “jalan tengah”.

Faksi pertama, menurut Dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan Unismuh ini adalah kelompok status-quo yang didominasi orang-orang kepercayaan NH. Kelompok ini tentu ingin mempertahankan patronase NH. Mereka mengiginkan Musda hanya menjadi pelembagaan legitimasi dan patronase NH.

“Kalaupun terjadi pergantian pucuk pimpinan, secara umum komposisi kepengurusan tidak berubah drastis. Beberapa ketua DPD II juga berada di kelompok ini. Seperti Andi Fashar, ARU, Taufan Pawe, Syamsuddin Hamid, Abdillah, Kadir Halid ,dan lain-lain,” kata Luhur kepada Fajar.co.id, Selasa (11/03/2020).

Kelompok ini secara de facto mereka adalah pemilik suara dominan. Kelompok ini punya dinamika dan rivalitas internal tersendiri. Persaingan merebut “restu” dan endorsement dari NH menjadi sangat strategis di faksi ini.

Bagikan berita ini:
4
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar