Pemerintah Diminta Tindaki Perusahaan yang Pekerjakan Imigran Gelap

Rabu, 11 Maret 2020 15:31

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Anggota DPRD Sulsel, Jufri Sambara meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, melakukan pengawasan ketat atas keberadaan imigran gelap.

Terlebih dalam beberapa waktu terakhir ditemukan beberapa imigran yang bekerja di Kota Makassar. Salah satunya ditemukan sedang berjualan di Pasar Butung.

“Kami menyarankan pemerintah melihat regulasi yang ada terkait pekerja asing, terutama imigran gelap. Kalau itu memang dilarang, kenapa bisa bekerja di sini,” kata Jufri di Gedung Tower DPRD Sulsel, Rabu (11/03/2020).

Politisi Partai Demokrat ini juga berharap ada sanksi yang diberikan kepada pengusaha atau perusahaan yang mempekerjakan imigran gelap.

“Harus diawasi dan diperhatikan tenaga kerja asing yang ada. Termasuk pengusaha yang mempekerjakan mereka. Nanti kita panggil Disnakertrans dan pihak terkait soal ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar mencatat sekitar 1.698 imigran ilegal berada di Kota Makassar. Sebagain besar di antara mereka merupakan pengungsi dari negeri luar yang mencari suaka.

Imigran ini ditempatkan di beberapa penampungan berupa wisma, pondok dan Guest house. Total ada 25 penampungan imigran di Kota Makassar.

Kepala Seksi Registrasi, Administrasi dan Pelaporan Rudenim Makassar, Rita menyebutkan, selama ini pihaknya hanya ditugasi mengawasi keberadaan para imigran tersebut selama di penampungan.

“Sesuai UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian kami itu hanya menampung imigran yang akan dideportasi. Kemudian sesuai amanat Perpres 125 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri diberi tambahan tugas untuk pengawasan,” kata Rita via telepon.

Bagikan berita ini:
4
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar