Tolak Omnibus Law, Musik Tiktok Jadi Penghibur Massa dan Aparat

Rabu, 11 Maret 2020 18:11

FOTO: ISHAK AGUS/FAJAR.CO.ID

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tak seperti aksi unjuk rasa pada umumnya. Buruh di Makassar yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan dengan santai.

Lantunan musik masa kini menghibur massa yang berorasi di depan gerbang kantor Gubernur Sulsel.

Salah satu orator memang sempat melantangkan suaranya, terkait Omnibus Law itu. Namun, beberapa saat kemudian, massa yang ada di belakangnya justru melakukan hal yang berbeda.

Belasan dari mereka berjoget, saat mobil truk pembawa speaker itu memutar musik ala Tiktok. Beberapa dari mereka berjoget di atas truk itu. Ada juga yang berjoget di jalanan. Disaksikan oleh puluhan kendaraan lain yang melintas.

Meski tuntutan yang mereka bawakan terbilang serius dan masalah besar, massa dari Gerakan Rakyat Menolak (Geram) Revisi UU Omnibus Law Cipta Kerja tetap bahagia bersama massa yang lain.

Aparat kepolisian gabungan yang mengawal aksi itu juga terhibur. Bahkan ada juga polisi yang tertawa melihat aksi lucu mereka.

Hingga memasuki pukul 14.00 Wita, massa yang selesai berjoget memutuskan untuk membubarkan diri. Mereka juga telah bertemu dengan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, menyampaikan tuntutan mereka.

“Omnibus Law Cipta Kerja ditolak karena menghilangkan jaminan dan perlindungan akan kepastian kerja. Penghapusan upah minimum, hilangnya pesangon, serta dihapusnya sanksi pidana bagi pengusaha,” kata Jubir Geram, Yul Yuspin di lokasi, Rabu (11/3/2020).

Bagikan berita ini:
5
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar