Ambang Batas Parlemen 7 Persen, PDIP Siap Ikuti Golkar-Nasdem

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya akan mengikuti Golkar dan Nasdem, soal kesepakatan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold naik menjadi 7 persen.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan dalam Kongres Nasional beberapa waktu lalu, pihaknya telah menyepakati ambang batas tetap di angka 5 persen.

“Keputusan kongres itu kemarin minta di perkuat ke bawah (DPRD provinsi dan kabupaten/kota). Tapi dengan adanya kesepakatan Golkar dan Nasdem tentu harus diperhatikan,” kata Hasto usai membuka Rakerda I PDIP Sulsel di Hotel Claro, Kamis (12/03/2020).

Hasto menyebutkan, kesepakatan dua partai koalisi Indonesia Maju menjadi pertimbangan PDIP. Karena itu, masalah ambang batas ini secepatnya akan dibahas di rapat DPP.

“Kami harus memperhatikan bagaimana musyawarah guna membangun demokrasi yang sehat. Sekarang dengan multi partai dibutuhkan yang sederhana saja untuk menguatkan sistem presidensial sendiri,” jelasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menaikkan parliamentary threshold jadi 7 persen.

Sama dengan PDIP, Golkar dan Nasdem meminta kenaikan ambang batas parlemen 7 persen itu diusulkan berlaku nasional. Sementara itu, untuk ambang batas pengusungan calon presiden atau presidential threshold kedua partai ini tetap setuju di angka 20 persen. (mirsan/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...