Atasi Pak Ogah, Ini Langkah Dishub Makassar

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Mario Said. (foto: Muh. Ikbal/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Macet masih menjadi masalah besar di kota-kota besar di Indonesia, tak terkecuali Kota Makassar, apalagi sekarang sementara dibangun Tol Kota di sepanjang jalan AP Pettrani.

Selain jumlah kendaraan yang terus bertambah, salah satu penyebab kemacetan di Kota Makassar adalah Pak Ogah. Kita bisa mejumpainya di sejumlah perputaran jalan. Warga Makassar tentu tak asing lagi dengan julukan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar Mario Said mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Pemprov Sulsel untuk mengatasi hal tersebut.

“Mengenai Pak Ogah kita sudah bahas, ada yang pro dan kontra dengan adanya pak ogah. Tadi pagi dari Dishub Provinsi inisiasi membentuk sebuah tim, unit reaksi cepat, dalam hal pembinaan pak ogah di dalamnya sudah ada kepolisian, TNI, Dishub kota dan provinsi sudah masuk di situ,” kata Mario, Kamis (12/3/2020).

Menurutnya, langkah yang selama ini dilakukan tidak efektif. Pak Ogah Bukan hanya ditangkapi saja kemudian tidak ada tindak lanjutnya. Ini ditangkap mau dikemanakan, kalau hanya ditangkap kemudian dikasi penjelasan terus dilepas pasti akan kembali lagi, kata dia.

Mengatasi hal tersebut, pihak Dishub Kota Makassar pun berinisiatif melakukan pembinaan untuk Pak Ogah. “Untuk solusi jangka panjangnya, perlu ada pembinaan khusus pak Ogah, makanya tadi ada Bappeda sebagai sektor perencanaan mengakomodir semua SKPD terkait menyangkut masalah itu, sehingga bisa diselesaikan secara komprehensif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mengenai solusi jangka panjang terkait Pak Ogah, pihak Dishub Kota Makassar nantinya akan bekerja sama dengan dinas-dinas di Kota Makassar

“Misalnya ia diberikan skill kemudian siapa yang bisa memfasilitasi wadahnya, kita komunikasin lagi ke SKPD. Siapa tau ada yang butuh modal, kita kordinasikan lagi ke dinas terkait yang bisa memfasilitasi. Setelah itu dikawal terus, kita lihat nanti dia bisa produksi makanan kah, atau bengkel. Nanti kalau mereka sudah mandiri baru kita lepas,” paparnya. (iqbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...