Ketua Bawaslu Sulsel: Penindakan Butuh Energi Banyak

Kamis, 12 Maret 2020 14:44

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi mengakui proses penindakan pelanggaran pemilu butuh energi lebih, dibandingkan upaya pencegahan.

Hal ini ditegaskan saat menghadiri kegiatan sosialisasi pengawasan peran aktif dalam rangka pemilihan serentak tahun 2020, yang digelar Bawaslu Makassar di Hotel Citadines Makassar, Kamis (12/3).

“Jujur saja, penindakan banyak menghabiskan energi dibandingkan dengan pencegahan. Kenapa, karena penindakan melibatkan banyak pihak, pelapor, terlapor, saksi, dan ahli,” kata Laode Arumahi.

Langkah pencegahan, kata dia, telah dilakukan Bawaslu kabupaten/kota untuk menyurati partai politik dan bakal calon kepala daerah untuk tidak ada transaksi politik.

“Jangan sampai maju ada transaksi memberi dan menerima dalam proses pencalonan dan bakal calon. Karena ancaman hukuman dalam UU cukup keras,” ujarnya.

Selain itu, Bawaslu juga mengantisipasi keterlibatan Aparat Sipil Negara (ASN) di pilkada serentak. Karena menurutnya banyak kandidat selalu mengincar dukungan ASN di Pilkada.

Untuk memaksimalkan pengawasan, Bawaslu bahkan mengandeng sejumlah Non Goverment Organization (NGO) dan media untuk melakukan langkah pencegahan. (mirsan/fajar)

Bagikan berita ini:
3
10
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar