Kritikan Walhi Soal Kondisi Lingkungan Bone, Kadis Perindustrian: Bentuk Pusat Edukasi Pertambangan

Kamis, 12 Maret 2020 17:27

Diskusi Harian Fajar yang bertema "Tambang untuk Siapa?"

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Pertambangan perlu. Sepanjang mengikuti kaidah. Namun lebih penting penataan Sumber Daya Alam (SDA).

Dalam diskusi Harian Fajar yang bertema “Tambang untuk Siapa?” semua masalah pertambangan di Bumi Arung Palakka dikupas tuntas. Aktivis lingkungan hidup forkopimda hingga penegak hukum hadir dalam satu forum tersebut.

Dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel Bone memiliki potensi tambang mangan, biji besi, emas dan perak, kaolin, pasir kuarsa, kerikil sungai, kerikil berpasir, batubara, dan Migas.

Direktur Eksekutif Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin mengatakan, ruang pertambangan di Bone paling banyak sawah tadah hujan sekira 223 Ha. Sumber pendapatan petani dari sawah. Hutan Bone tinggal 7 persen.

Soal pertambangan, saat ini yang tercatat di Dinas ESDM Provinsi Sulsel, Dinas Lingkungan Hidup hanya ada 12 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Bone. Kalau ada tambang yang tidak sesuai peruntukannya pasti sudah keliru. “Walhi tidak menolak pertambangan, tetapi kita mau tata kelola pertambangan yang tepat,” katanya saat diskusi di Cafe Dsimple kemarin.

Kata dia, caranya lakukan penataan izin yang agar pelaku usaha tambang dapat uang, rakyat sejahterah, daerah dapat pendapatan, lingkungan juga terselamatkan.

“Penataan pengelolaan SDA harus didorong. Soal revisi RTRW harus ada kajian lingkungan hidup strategis. Mana daerah yang memang selayaknya dibebankan pertambangan, mana yang tidak,” tambahnya.

Bagikan berita ini:
2
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar