Penyidik Temukan Tiga Motivasi Pencabulan Pemuka Agama ke Jemaatnya

Kamis, 12 Maret 2020 20:50

TERSANGKA: Jeffry Nicolas Simatupang (kiri) mendampingi kliennya, Hanny Layantara, di Polda Jatim. (Alfian Rizal/Jawa Po...

FAJAR.CO.ID,JATIM– Penyidik Polda Jatim telah menemukan motivasi Hanny Layantara melakukan perbuatan cabul. Setidaknya ada tiga alasan pemuka agama 57 tahun itu mencabuli jemaatnya yang masih di bawah umur.

Direskrimum Polda Jatim Kombespol Pitra Andreas Ratulangie mengungkapkan, penyidik mendapat data tersebut dari psikiater yang telah memeriksa Hanny. Menurut dia, pelaku melakukan perbuatan cabul secara sadar. Tersangka Hanny sadar telah mencabuli anak yang masih berusia 12 tahun. ’’Kami hanya perlu mengetahui latar belakang pelaku. Perbuatan itu efek kisah suram masa lalu atau memang fantasi,’’ katanya.

Nah, alasan itulah yang perlu diperiksakan ke psikolog. Rencananya, pekan ini tim berniat memanggil psikolog. ’’Kami sudah mengirimkan surat untuk meminta pemeriksaan. Itu memang sangat perlu bagi penyidik,’’ ujarnya.

Namun, setidaknya tim mendapatkan tiga alasan Hanny mencabuli korban yang masih berusia 12 tahun. Pertama, kedekatan. Tersangka, versi data dari psikiater, mengaku berhubungan dekat dengan korban. Itulah yang lantas dimanfaatkan pelaku. Kemudian, pelaku menyebut, meski masih berusia 12 tahun, fisik korban sudah seperti orang dewasa. Alasan ketiga, suka sama suka. ’’Bagi kami, ini hanya alibi. Bagi kami, itu tidak benar, tapi pelaku mengakuinya. Itu sah-sah saja,’’ tegasnya.

Meski begitu, Pitra tidak sepakat dengan alasan suka sama suka. Sebab, jika demikian, korban tidak akan pernah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Jika mereka saling menyukai, lanjut dia, seharusnya aib itu disembunyikan dan korban tidak bakal melapor. ’’Itu hanya alasan. Sesuai dengan kata Kapolda saat rilis, pelaku selalu melakukannya dengan ancaman. Apalagi, usianya masih 12 tahun saat itu,’’ jelasnya.

Bagikan berita ini:
5
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar