Simeone Sebut Atletico Punya “Messi” di Gawang Usai Singkirkan Liverpool

Diego Simeone/Getty Images

FAJAR.CO.ID, LIVERPOOL—Atletico Madrid menumbangkan juara bertahan Liga Champions, Liverpool di babak 16 besar. Pelatih Atletico, Diego Simeone menyebut kiper Jan Oblak adalah pembeda seperti halnya Lionel Messi di Barcelona.

“Kami memiliki penjaga gawang terbaik di dunia, sama seperti Barcelona memiliki Messi, yang merupakan pembuat perbedaan mereka. Oblak yang terbaik dan dia membuat perbedaan untuk kita dan untuk itu dia layak berada di sana,” kata Simeone di UEFA.com.

Tapi, tak hanya Oblak, Diego Simeone juga memuji pemain lainnya. “Saya tidak ragu Oblak adalah penjaga gawang terbaik di dunia. Oblak sangat penting, sama seperti Savić, Felipe, Felix,” tandasnya.

Bermain di Anfield Stadium, Liverpool yang mengandalkan trisula Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino mengurung pertahanan tamunya sejak kickoff. Akan tetapi peluang terbaik pertama didapatkan Atletico lewat Diego Costa yang lolos dari jebakan offside.

Setelah peluang Costa bisa digagalkan, Liverpool sepenuhnya menguasai pertandingan. Namun, peluang melalui Sadio Mane, Georginio Wijnaldum, Virgil van Dijk, dan Alex Oxlade-Chamberlain bisa dimentahkan kiper Jan Oblak.

Namun, terus dibombardir, gawang Atletico akhirnya jebol juga di menit ke-43. Diawali serangan di sisi kanan, Chamberlain mengirim umpan tarik ke depan gawang. Wijnaldum yang tak terkawal menanduk bola ke sisi kanan kiper yang tidak bisa diantisipasi Oblak. Skor 1-0 ini bertahan hingga turun minum.

Kembali dari ruang ganti, Liverpool kembali langsung menggempur pertahanan tamunya. Mereka mendapat peluang emas di menit ke-63 ketika Andy Robertson mampu menanduk umpan Chamberlain. Sayang, bola hanya mengenai tiang gawang.

Percobaan selanjutnya dilakukan secara bergantian oleh Mohamed Salah, Firmino, Wijnaldum, dan Robertson. Akan tetapi, hingga menit 80, Oblak masih bisa menjaga gawangnya dengan baik.

Memasuki 10 menit akhir, Manajer Liverpool, Juergen Klopp memasukkan James Milner menggantikan Chamberlain. Tapi tidak gol yang bisa mereka cetak untuk membalikkan keadaan. Karena Atletico juga tak mampu mencetak gol, laga harus berlanjut ke babak tambahan waktu setelah agregat sama 1-1.

Di extra time, Liverpool hanya butuh empat menit untuk mencetak gol. Pada menit ke-94, umpan Trent Alexander-Arnold dari sisin kanan ditanduk Roberto Firmino. Bola sempat mengenai tiang, namun bisa kembali disambar Firmino.

Berada di atas angin, Liverpool terus menekan untuk mengamankan keunggulan mereka. Akan tetapi, kiper Liverpool, Adrian melakukan blunder di menit ke-97. Dalam situasi yang sama sekali tidak berbahaya, bola yang ia tendang di depan gawang malah jatuh ke kaki Joao Felix.

Felix kemudian memberikan bola kepada Marcos Llorente yang langsung melepaskan tembakan ke sisi kiri Adrian. Sang kiper pun hanya bisa menyaksikan bola bersarang ke dalam gawangnya.

Pada menit ke-105, lewat sebuah serangan balik, Atletico mampu menyamakan skor menjadi 2-2. Lagi-lagi, Marcos Llorente yang jadi mimpi buruk Liverpool. Menerima bola dari Alvaro Morata, eks pemain Real Madrid itu melepaskan tembakan melengkung ke sisi kiri kiper yang tak mampu dijangkau Adrian.

Skor 2-2 yang berarti Liverpool butuh dua gol membuat serangan sporadis terpaksa dilakukan tuan rumah. Akan tetapi, Oblak berkali-kali bisa menggagalkan peluang The Reds. Divock Origi dan Takumi Minamino dimasukkan sebagai senjata terakhir oleh Liverpool.

Tapi, bukannya mencetak gol, mereka malah jebol lagi di menit ke-120+2. Morata mencetak gol ketiga timnya untuk membalikkan skor menjadi 2-3 dan mereka pun lolos dengan agregat 4-2. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir


Comment

Loading...