51 Ribu Honorer K2 Lulus PPPK 3 Bulan Tak Gajian, Nasib Menggantung


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terbitnya Perpres Nomor 38 Tahun 2020 tentang Jabatan yang Dapat Diisi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), tidak serta merta membuat seluruh honorer K2 senang.

Pasalnya, mereka masih saja menikmati statusnya sebagai honorer K2, dengan gaji yang tidak seberapa.

Mirisnya, sebagian honorer K2 yang lulus sudah seleksi PPPK tahap pertama Februari 2019, tidak lagi menerima gaji triwulannya. Praktis tiga bulan ini mereka tidak ada pendapatan. Ada 51 ribu honorer K2 yang telah lulus PPPK.

Seperti yang dialami Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih.

Dia terpaksa tidak mendapatkan gaji dari daerah sebanyak Rp800 ribu per bulan karena sudah dinyatakan lulus PPPK.

Mestinya, bulan ini Titi menerima Rp2,4 juta, akumulasi tiga bulan gaji. Namun, karena ketentuan daerah, maka honorer K2 yang sudah lulus PPPK tidak menerima gaji lagi.

Sementara, hingga saat ini belum jelas kapan mereka akan mulai bekerja sebagai PPPK. Mereka belum mengantongi NIP PPPK. Nasib mereka menggantung.

Kondisi tidak hanya dialami Titi. Para honorer K2 yang lulus PPPK di beberapa daerah lain juga mengalami hal serupa seperti di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hanya segelintir daerah yang masih membayarkan gaji PPPK.

“Ya mau bagaimana lagi, kan itu sudah ketentuan. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau dipikir benar juga sih sikap pemda karena kan takutnya kami terima double. Saat NIP PPPK terima, otomatis gaji kami per Januari 2020 kan dirapel,” tutur Titi kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Jumat (13/3).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...