Jejak Buya Hamka di Makassar, 1932, Datang Urus Muktamar

Jumat, 13 Maret 2020 11:03
Belum ada gambar

RINTISAN HAMKA.Madrasah Muallimin yang terletak di Jalan Muhammadiyah, Kota Makassar, merupakan lokasi perintisan sekol...

Bangsa Indonesia belum merdeka kala itu. Saat Buya Hamka datang ke Makassar.

Laporan: SAKINAH FITRIANTI

FAJAR.CO.ID — Pria bernama Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah yang belakangan akrab dengan sebutan Buya Hamka itu tiba di Makassar pada 1932. Muhammadiyah yang bermarkas di Yogyakarta, mengirimnya.

Buya Hamka diberi misi mempersiapkan pelaksanaan Muktamar Ke-21 Muhammadiyah yang digelar pada 2 Mei 1932. Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah. Posisinya kala itu sebagai mubalig muda.

“Hamka dikirim sebagai guru dalam rangka mempersiapkan muktamar,” ungkap sejarawan Sulsel, Mustari Bosra saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Poltekes Muhammadiyah Kota Makassar, pekan lalu.

Usia Hamka baru 24 tahun. Terbilang sangat muda, namun Hamka-lah yang dipilih oleh PP Muhammadiyah untuk mempersiapkan perangkat muktamar. Hasil muktamar menetapkan AR Fachruddin sebagai Ketua Umum PP Muhammdiyah. Secara umum, keputusan muktamar menghasilkan rekomendasi pentingnya pendirian surat kabar.

Di Makassar, Hamka tidak hanya mengurusi Muktamar Muhammadiyah. Ia juga mengajar dan keliling Sulawesi berdakwah. Bahkan Hamka memboyong istri dan anaknya untuk tinggal sementara selama muktamar dan setelah muktamar untuk tetap berdakwah.

Hamka berkeliling hingga ke Donggala, Sulawesi Tengah. Di Sulsel, Hamka berdakwah ke Palopo, Majene, Sidrap, Gowa, hingga Takalar.

“Di sinilah terbentuk kepercayaan diri Hamka berhadapan dengan masyarakat. Ke Palopo, di sana dia lama berdakwah mengajak masyarakat dan berbaur,” sambung Mustari yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel itu.

Bagikan berita ini:
9
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar