PSSI Haramkan Situs Judi Sponsori Klub Liga Indonesia

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan/pssi.org

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengingatkan kembali implementasi peraturan nasional soal sponsor industri olahraga. Menurutnya, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) tidak mengizinkan klub yang berpartisipasi pada kompetisi resmi bekerjasama komersial dengan situs perjudian dan perusahaan lain yang tidak sesuai ketentuan.

Saat ini, ada dua tim yang mendapat perhatian publik di Shopee Liga 1 2020, yakni tim PS TIRA Persikabo dan Persib Bandung. Sorotan terkait PS TIRA dengan sponsor SBOTOP dan Persib dengan tagline produk ‘Pria Punya Selera’ yang masih ada di jersey. Hal itu terlihat di pekan pertama dan kedua Shopee Liga 2020.

PT LIB telah mengeluarkan surat edaran terkait sponsor untuk klub-klub di sepakbola Indonesia. Surat tersebut dikeluarkan, Selasa, 25 Februari lalu. “Terkait implementasi peraturan nasional soal sponsor industri olahraga tertanggal 25 Mei 2019, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) telah menyampaikan penegasan kembali bahwa sesuai peraturan pemerintah yang berlaku, LIB tidak mengizinkan klub yang berpartisipasi pada kompetisi resmi yang dikelola LIB untuk menjalin kerjasama komersial dengan produk yang berkaitan langsung dengan brand rokok, minuman beralkohol dan situs perjudian,” kata Mochamad Iriawan di situs resmi PSSI.

Landasan Peraturan terkait poin ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 27 Ayat 2; PP No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dan PEPRES No. 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.

Selain itu, juga tertuang dalam PERMENDAG No. 20 Tahyn 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol;  Hasil Rapat Koordinasi POLRI dan PSSI pada tanggal 20 Februari 2020, serta Hasil Rapat Koordinasi Satgas Anti Mafia Bola dan PSSI pada tanggal 25 Februari 2020.

Iriawan menegaskan, apabila klub tetap melakukan ikatan kerja sama dengan pihak yang telah dilarang pada Peraturan sebagaimana tersebut, hal itu merupakan tanggung jawab klub sepenuhnya. Ia tak menjelaskan lebih lanjut maksud penegasan itu. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...