Ujang Komarudin Sebut Sangat Mungkin PAN Pecah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasca Kongres V di Kendari pada Februari lalu, konflik di internal PAN belum juga mereda. Terlebih, dikabarkan jika daftar pengurus 2020-2025 tak mengakomodir Amien Rais. Bahkan, kini mencuat pembentukan PAN Reformasi. Pecahan dari partai dengan logo matahari terbit yang identik dengan warna biru.

Kubu Zulkifli Hasan (Zulhas) menampik jika Amien Rais tidak dianggap. Politisi PAN Yandri Susanto menegaskan jika Amien tetap menjadi seseorang yang spesial. Ia juga mengatakan, setelah Kongres V, PAN akan semakin solid. Hanya saja, hal ini berseberangan dengan isu yang berembus jika PAN akan terbelah.

Pengamat Politik Ujang Komarudin berpandangan jika pecahnya PAN akan sangat mungkin. Selama kubu Mulfachri Harahap, tak dapat kursi di kepengurusan. Tak hanya Mulfachri. Diketahui, posisi yang semula ditempati Amien Rais kini diserahkan ke Soetrisno Bachir. “Hal yang wajar jika loyalis Amien Rais dan Mulfachri ingin membuat PAN Reformasi. Karena Amien Rais dan pengikutnya dihabisi dan tidak dimasukkan ke kepengurusan PAN,” kata Ujang kepada FIN di Jakarta, Kamis (12/3).

Di sisi lain, kubu Amien Rais dan Mulfachri juga menuduh Zulhas dan pendukungnya berlaku curang dalam memenangi kongres yang diwarnai aksi saling lempar kursi tersebut. Ujang menilai, wacana PAN Reformasi akan terus bergulir selama Zulhas tidak mengamodasi para pendukung-pendukung Amien Rais dan Mulfachri.

Terpisah, Politisi PAN Viva Yoga Mauladi meminta para kader yang tidak terakomodasi masuk dalam kepengurusan untuk tidak memprovokasi dengan mengusulkan mendirikan PAN Reformasi. “Jangan memprovokasi Amien Rais menjadi cap stempel demi agenda politik pribadi,” kata Viva Yoga di Jakarta, Kamis (12/3).

Hal tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Asri Anas bahwa dirinya dan ratusan DPD PAN mengusulkan kepada Amien Rais mendirikan PAN Reformasi karena kecewa dengan kepemimpinan Zulkifli Hasan.

Ia mengatakan, bagi kader PAN yang tidak masuk di kepengurusan baru, untuk menghindari menjadi provokator dengan memanfaatkan figur Amien Rais. Viva mengatakan, jika Zulhas tidak mungkin menyingkirkan Amien Rais dari PAN. Karena mantan Ketua MPR RI itu salah satu pendiri PAN dan ikon partai. Sehingga tidak bisa dilepaskan dari PAN. “Bahkan di setiap hasil survei, PAN identik dengan Amien. Amien identik dengan PAN, dan Zulkifli, Hatta Rajasa, Soetrisno Bachir murid dan santrinya Amien. Sampai kapanpun Amien Rais tidak tergantikan,” tegasnya.

Menurutnya, ada yang salah dalam memahami AD/ART PAN. Hal ini menyebabkan salah tafsir. Karena yang dimaksud Pengurus DPP PAN itu terdiri atas pengurus di lembaga eksekutif, di Majelis Penasihat Partai, dan di Lembaga Partai. Viva menjelaskan, pada Pasal 23 AD pasal 52 ART PAN telah diatur tentang Lembaga Partai, yang terdiri dari Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, Dewan Instruktur Perkaderan Nasional, dan lembaga partai lain yang memiliki fungsi dan tugas khusus. “Saya tidak tahu apakah Pak Amien masih berkenan masuk kembali di salah satu posisi di lembaga partai atau tidak,” ucapnya.

Menurut dia, Amien Rais masuk atau berada di luar posisi di lembaga partai, dipastikan tidak akan menghilangkan magnet, ketokohan, rekam jejak sejarah, dan kharismanya di publik. Ia mengatakan persepsi publik, personifikasi Amien tidak dapat dipisahkan dari eksistensi PAN sampai kapanpun. “Oleh karena itu saya berharap kepada seluruh kader partai untuk merajut kembali kebersamaan. Menjemput yang tertinggal, bergandengan tangan untuk kebesaran partai ke depan,” terangnya.

Diberitakan sebalumnya, tidak masuknya nama Amien Rais ke dalam daftar pengurus 2020-2025 PAN berbuntut panjang. Mulai dari pembentukan PAN Reformasi sampai hingga gugatan ke pengadilan soal Kongres di Kendari. Mantan Ketua MPR ini secara tidak langsung disingkirkan. Ada anggapan, tidak dimasukkannya nama Amien Rais sebagai salah satu jalan untuk memuluskan partai dengan logo matahari putih ini masuk ke koalisi pemerintah.

Mantan Sekjen PAN Yandri Susanto mengatakan, bahwa Amien merupakan sosok istimewa di partai berlambang matahari itu. Sebab, mantan Ketua MPR itulah yang mendirikan dan membesarkan PAN. “Kalau istilah saya itu Pak Amien tetap tertinggi, tidak ada yang bisa nandingi siapa pun. Walaupun mungkin tidak ada di struktur tetapi fungsi dan keberadaannya,” ujar Yandri. Dia meyakini jika selanjutnya, tidak akan ada kubu di internal PAN.

Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Muhammad Asri Anas menjelaskan terkait wacana pembentukan PAN Reformasi karena kekecewaan para senior partai dan pengurus PAN di daerah atas kepemimpinan Zulkifli Hasan. Menurut Asri Anas, sejumlah kader PAN telah bertemu dengan Amien Rais mendiskusikan permasalahan di internal partai tersebut. “Kami rapat dengan Pak Amien Rais, saya dan para ketua DPW dan 20 ketua DPD PAN. Kami mendorong dibentuk PAN Reformasi,” kata Asri. Menurut dia, para kader tersebut mendesak Amien mendirikan PAN Reformasi daripada mantan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu diperlakukan tidak benar dan tidak dihormati oleh Zulkifli Hasan. (khf/fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...