Kurang dari 24 Jam, Polisi Bekuk Pembunuh Perempuan di Pangkep

Sabtu, 14 Maret 2020 16:25

Terduga pelaku pembunuhan Sitti Umrah, Amiruddin alias Singking (42 tahun) warga Jl. Masjid Tua, Kelurahan Talaka, Kecam...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Hanya dalam tempo tidak lebih dari 24 Jam, aparat kepolosian dari Polres Pangkep berhasil membekuk terduga pelaku pembunuhan terhadap Sitti Umrah (31 tahun), warga Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Drs Ibrahim Tompo, didampingi Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (13/3/2020) malam menyebutkan, terduga pelaku Amiruddin alias Singking (42 tahun) warga Jl. Masjid Tua, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, ditangkap tanpa perlawanan, meski pelaku sempat akan kabur melalui Pelabuhan Parepare.

“Sekadar diketahui, korban pembunuhan Sitti Umrah, ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di Rumah Toko (Ruko) miliknya di Pasar Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Pangkep, Sulawesi Selatan. Karena diketahui korban meninggal tidak wajar, polisi lalu melakukan penyelidikan dan mengejar terduga pelaku,” terang Ibrahim Tompo.

Menurutnya, setelah terduga pelaku ditangkap, maka terungkaplah kronologis terjadinya pembunuhan tersebut. “Menurut keterangan pelaku, dirinya ditelepon korban Umrah untuk datang mengambil uang sebesar Rp500.000, yang pernah dipinjam korban. Pelaku kemudian berangkat dengan berjalan kaki dan membawa badik miliknya yang sudah ia siapkan untuk membunuh korban,” jelas Kabid Humas.

Saat tiba di Ruko, lanjut Kabid Humas,  pelaku tidak tahu mengapa korban tiba-tiba batal memberikan uang milik pelaku. Kemudian pelaku menutup pintu ruko, lalu dengan beringas memperkosa korban. Tak cukup sampai di situ,  pelaku pun menikam korban menggunakan badik hingga tewas.

“Setelah membunuh, pelaku ini berniat melarikan diri. Dia lalu menyimpan badiknya dirumah, dan membuang pakaian miliknya di empang belakang rumahnya. Setelah itu bergegas menuju Kota Parepare, dan langsung ke Pelabuhan,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel.

Hanya saja, begitu tiba di Parepare, pelaku dihubungi oleh Rustam, anggota Satuan Intel Keamanan (Intelkam) Polres Pangkep, di mana dulu pelaku pernah kerja rumahnya. “Rustam  memanggil pelaku ke rumahnya untuk memperbaiki rumahnya. Nah mendapat telepon dari Rustam Pelaku lalu ke Kota Pangkajene di rumah Rustam. Saat tiba di rumah, Rustam langsung menanyakan tuduhan kepada dirinya terkait pembunuhan di Pasar Bonto-Bonto, Ma’rang. Pelaku pun mengakui perbuatannya tersebut,” papar Kabid Humas Polda Sulsel.

Kini pelaku sementara menjalani penyidikan aparat Polres Pangkep. Hanya saja, baik Kabid Humas Ibrahim Tompo maupun Kapolres Pangkep Ibrahim Aji, belum menyebutkan pasal KUHAP yang akan dikenakan kepada pelaku. Tetapi, melihat perbuatannya bisa dikenakan pasal berlapis, baik Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, maupun pasal tentang pelecehan seksual. (lis)

Bagikan berita ini:
6
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar