NasDem-Golkar Pecah Kongsi, Deng Ical Harap Surat Tugas Dikaji Kembali

Sabtu, 14 Maret 2020 11:45

Bakal calon Walikota Makassar, Syamsu Rizal. (Fajar/Mirsan)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Batalnya koalisi Partai Golkar dan NasDem di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar membuat konstelasi politik berubah. Surat tugas dari Golkar ke Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bisa saja ditarik kembali.

Itu setelah Ketua DPW Nasdem, Rusdi Masse menolak kadernya Danny Pomanto dipasangkan dengan Zunnun NH, putra Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid.

Jika pecah kongsi ini benar-benar terjadi, Golkar harus rela melepas kursi partainya tanpa kader atau kembali kepada Syamsu Rizal (Deng Ical). Sebagai kader Golkar, Deng Ical sebenarnya sangat potensial diusung karena punya elektabilitas yang juga tinggi.

Mantan Wakil Walikota Makassar ini berharap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar melakukan kajian kembali surat tugas yang telah diserahkan beberapa waktu lalu oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

“Untuk Golkar, saya yakin dan percaya ada proses lanjutan. Biarkan Golkar menilai, serahkan ke DPP untuk proses selanjutnya. Kan surat tugas sudah keluar kemudian masih turun survei,” kata Deng Ical ditemui di Taman Pakui Makassar, Sabtu (14/03/2020).

Sejauh ini, Deng Ical telah mengumpulkan dukungan dari dua partai politik, PKS (5 kursi) dan PKB (1 kursi). Sedangkan syarat untuk maju melalui jalur parpol harus menggenapkan 10 kursi.

“Saya tidak pikir itu dek, saya jalan saja. Biarkan partai berproses sendiri, saya mengikuti beberapa tahapan. Tidak berniat sama sekali untuk memotong dan menghalang-halangi orang. Tetap jalan terus dengan komitmen yang sudah ada,” pungkasnya. (Mirsan)

Bagikan berita ini:
8
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar