Lockdown Sulsel Opsi Terakhir


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Lockdown (isolasi) warga bisa jadi pilihan mencegah korona menyebar di Sulsel. Namun, itu opsi terakhir.

PEMPROV Sulsel masih mempertimbangkan banyak hal sebelum melakukannya. Salah satunya persoalan ekonomi yang akan makin sulit saat warga diisolasi. Makanya, opsi itu belum ditempuh.

Khusus kebijakan meliburkan sekolah, pemprov juga masih menunggu instruksi pusat. Alasannya, belum ada kasus positif virus korona di Sulsel. Berbeda halnya di delapan provinsi yang sudah terinfeksi. //Baca grafis//

“Lockdown itu opsi terakhir. Belum saat ini. Beda dengan Jakarta, Jateng (dll) yang memang menyebar cukup cepat,” terang Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di rujabnya, Minggu, 15 Maret.

Sebenarnya, kata dia, tanpa lockdown, warga juga sudah mengurangi perjalanan. Bandara-bandara sudah sepi. Terkait penyambutannya terhadap Budi Karya Sumadi (BKS) saat ke Sulsel, 28-29 Februari lalu, Nurdin yakin Menhub bukan terinfeksi di Sulsel.

“Saya duga Pak Menhub terjangkit setelah dari Sulsel. Ada penjemputan kru kapal Diamond Princess di Bandara Kertajati pada 2 Maret,” bebernya.

Dia pun meminta warga Sulsel untuk waspada namun jangan panik. Menurutnya, yang penting sekarang menjaga daya tahan tubuh. Bila panik, itu bisa meningkatkan stres.

“Akibatnya kalau stres, daya tahan tubuh menurun. Jadi ya sistem imun ini yang harus dijaga,” tukasnya.

Komentar

Loading...