PNS Boleh Kerja di Rumah, Arfi’i: Yang Kerja Lapangan, Ya Honorer K2

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menpan RB Tjahjo Kumolo meminta pimpinan instansi pusat dan daerah untuk mengizinkan PNS kerja di rumah untuk mencegah imbas penyebaran virus Corona, COVID-19.

Menanggapi kebijakan tersebut, Koordinator Forum Hononer K2 Tenaga Administrasi (FHK2TA) Sumatera Utara Arfi’i mengungkapkan, banyak rekannya tidak bisa kerja di rumah.

Alasannya, tenaga teknis menempati posisi di layanan publik. Mereka tidak bisa mengerjakan tugasnya dari rumah.

“Kami bekerja di Dinas Sumber Daya Air, berhubungan dengan kegiatan publik. Penjaga pintu air ya tetap beraktivitas. Kalau tiba-tiba hujan bisa bisa kelelep nanti bila kami kerja di rumah,” kata Arfi’i kepada JPNN.com, Senin (16/3).

Dia menyebutkan, hingga hari ini di Sumatera Utara belum ada instruksi kerja di rumah, baik dari kepala daerah maupun kepala dinas.

Kalaupun ada kebijakan kerja di rumah, Arfi’i yakin mereka tetap bekerja. Sebab, mereka berada di garda terdepan pelayanan publik.

“Yang kerja lapangan, ya honorer K2. PNS kerjanya di kantor. Teman-teman di damkar, satpol PP (yang banyak tenaga honorernya, red) juga begitu,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, wabah Corona memang menakutkan semua masyarakat. Namun, tuntutan pekerjaan membuat mereka tidak berdaya.

Yang disesalkan Arfi’i, pemerintah sepertinya tutup mata akan beratnya tugas honorer K2 tenaga teknis.

Terbukti dengan tidak diakomodirnya tenaga teknis dalam 147 jabatan fungsional PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Padahal tanggung jawab mereka sangat besar.

“Kalau lagi kasus Corona begini yang siap siaga di lapangan siapa coba? Kan kami-kami honorer ini. Memangnya PNS ada, mereka di kantor. Sekarang malah disuruh kerja di rumah. Kami hanya berharap Allah selalu melindungi kami pekerja lapangan. Semoga juga pemerintah terketuk hatinya untuk memperhatikan kami dan memberikan kami kesempatan ikut rekrutmen PPPK,” tuturnya. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...