Proses Belajar Diberlakukan Sistem Online, Ini Tanggapan Mahasiswa UIN

Senin, 16 Maret 2020 12:05

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Diberlakukannya aktivitas perkuliahan menggunakan sistem online atau daring di beberapa Universitas, salah satunya Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, selain memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam hal belajar juga mampu menghemat biaya transportasi.

Hal tersebut diungkapkan Andi Chairun Miftahhul Jannah, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Semester 4 saat diwawancarai di kediamannya Jalan Paccinongan, Kabupaten Gowa, Senin (16/3).

“Sebenarnya ada bagusnya. Karena kita belajar di rumah saja, uang transportasi tidak berkurang terus tidak di PHP lagi sama dosen, apalagi kalau kita sudah menunggu lama tapi akhirnya dosen tidak datang yah tertunda lagi proses belajar.” ucap Miftah sapaan akrabnya.

Ia berharap, meskipun dengan sistem online yang diberlakukan saat ini, kata dia, agar segera membaik. Pasalnya ia mengaku khawatir dengan penyebaran virus corona yang banyak membuat orang panik dan enggan berada di keramaian.

“Awalnya memang kita biasa biasaji, cuman semakin ke sini semakin banyak korban berjatuhan karena corona bahkan beberapa kampus juga diliburkan karena saya pikir ini sudah urgent, jadi harus memang ada batas untuk tidak ketemu dengan orang banyak atau berada di kerumunan orang.” harapnya.

Diketahui aktivitas perkuliahan tatap muka dengan dosen yang dialihkan ke sistem online diberlakukan sejak hari ini (16/3) hingga dua pekan ke depan tepatnya tanggal (28/3). Hal tersebut dilakukan guna upaya pencegahan Covid 19 di lingkup kampus.

Selain itu mengingat adanya surat edaran Nomor B-809/Un.06.I/PP.00.09/03/2020 tentang upaya pencegahan penyebaran infeksi covid 19 di lingkungan UIN Alauddin Makassar, yang dikeluarkan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis. Adapun isi surat edaran tersebut yakni:

1.Perkuliahan tatap muka langsung di kelas DIGANTI perkuliahan secara online (daring) dengan memanfaatkan seluruh fasilitas IT yang dimiliki atau yang tersedia.

  1. Konsultasi akademik dan kemahasiswaan, seminar dan ujian proposal skripsi, tesis, dan disertasi tetap dilakukan seperti biasanya dengan tidak melibatkan peserta lebih dari 5 orang.
  2. Bagi dosen, pegawai, atau mahasiswa yang mengidap sakit flu, demam, dan batuk dimohon untuk tidak masuk kampus dan diminta untuk istirahat di rumah sampai keadaannya membaik.
  3. Pelaksanaan upacara dibatalkan, kegiatan akademik dan kemahasiswaan berupa seminar atau kuliah umum untuk sementara waktu ditangguhkan.
  4. Penerimaan tamu dari luar negeri dan dari tempat tertentu di dalam negeri ditiadakan untuk sementara waktu.
  5. Shalat jumat tetap dilakukan di kampus dengan membawa sajadah atau alat sujud sendiri dan durasi khutbah maksimal 7 menit untuk mempercepat pembubaran keramaian.
  6. Jabat tangan untuk sementara waktu diganti dengan menempelkan tangan kanan didada kiri.
  7. Setiap dosen, pegawai, atau mahasiswa yang akan masuk gedung kampus atau kantor, sebaiknya memeriksa suhu tubuhnya dan mencuci tangan dengan sabun atau antiseptic hand-sanitizer.
  8. Semua perjalanan dinas keluar negeri ditunda atau dibatalkan, dan perjalanan dinas ke kota kota tertentu dibatasi.
  9. Mengaktifkan doa bersama dengan keluarga dan disarankan membaca doa Qunut Nazilah tentang pencegahan pandemi global pada setiap shalat fardhu. (qyswanty/fajar)

Bagikan berita ini:
6
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar