Sidang Praperadilan Nurhadi Cs, Ali Fikri: KPK Yakin Hakim Menjunjung Tinggi Integritas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Sidang praperadilan mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi akan diputus pada hari ini, Senin (16/3). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan, hakim tunggal menolak praperadilan terhadap tiga tersangka kasus suap dan gratifikasi di MA yakni Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

“KPK yakin bahwa Hakim tunggal praperadilan tersangka Nurhadi akan memutus praperadilan ini dengan tetap menjunjung tinggi integritas, independen, transparan dan berani memutus menolak seluruh dalil permohonan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (16/3).

Ali menyampaikan, putusan tersebut akan menjadi pembuktian bahwa saat ini MA telah serius berkomitmen dalam upaya pemberantasan korupsi dan membangun citra peradilan yang bersih. Sebab dalam pokok perkaranya, KPK telah dapat mematahkan semua dalil dan bukti-bukti yang telah di hadirkan tersangka Nuhadi Cs selama proses persidangan praperadilan.

Menurutnya, surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2018 tentang Larangan Pengajuan Praperadilan Bagi Tersangka Yang Melarikan Diri atau Sedang Dalam Status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berlaku sejak tanggal 23 Maret 2018, maka tersangka Nurhadi Cs sudah seharusnya tidak berhak mengajukan praperadilan.

“Subjek dan objeknya sama dengan praper yang pernah diajukan tersangka Nuhadi Cs dan sudah di tolak hakim PN Jaksel, maka untuk menjamin kepastian hukum sepatutnya permohonan praperadilan yang keduatersebut haruslah ditolak,” tegas Ali.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...