Trump Dituduh Tawarkan Rp14,9 Triliun ke Pembuat Vaksin Virus Corona, Produksi hanya untuk AS

Senin, 16 Maret 2020 21:19

CureVac sedang mengembangkan vaksin melawan coronavirus (Foto: Reuters)

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diterpa isu kurang sedap di tengah merebaknya virus corona.  Trump kabarnya berusaha menawarkan uang 1 miliar dolar atau sekitar Rp14,9 triliun kepada perusahaan Jerman untuk hak eksklusif vaksin virus corona. Dengan begitu, vaksin itu hanya akan diproduksi untuk warga AS.

AS mengatakan bahwa laporan itu “terlalu dipermainkan”. Pernyataan itu disampaikan lewat sebuah pernyataan resmi, “Pemerintah AS telah berbicara dengan banyak (lebih dari 25) perusahaan yang mengklaim dapat membantu dengan vaksin. Sebagian besar perusahaan ini telah menerima dana awal dari investor AS.”

Pejabat itu juga membantah bahwa AS berupaya menjaga potensi vaksin untuk diri sendiri. “Kami akan terus berbicara dengan perusahaan mana pun yang mengklaim dapat membantu. Dan solusi apa pun yang ditemukan akan dibagikan kepada dunia,” lanjut pernyataan itu.

Jerman sendiri telah berjanji bahwa mereka akan mempertahankan diri terhadap upaya yang dituduhkan kepada Donald Trump.  Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengatakan, bahwa dirinya sudah mendengar kabar terkait itu dimana CureVac, perusahaan biotek Jerman kabarnya ditawarkan uang.

“Saya hanya dapat mengatakan bahwa saya telah mendengar beberapa kali hari ini dari pejabat pemerintah dan kami akan membahasnya di komite krisis besok,” kata Horst Seehofer dikutip dari Metro.

Menteri Ekonomi Peter Altmaier menambahkan ‘Jerman tidak untuk dijual’. Itu sebagai reaksi terhadap tajuk utama surat kabar Welt am Sonntag kemarin yang mengangkat judul ‘Trump vs Berlin’.

Laporan itu memicu kemarahan di Berlin, dengan Erwin Rueddel dari komite kesehatan pemerintah mengatakan, “Kerja sama internasional penting sekarang, bukan kepentingan nasional sendiri.”

Christian Lindner, pemimpin partai FDP liberal, menuduh Trump mencoba menggunakan vaksin virus corona ini untuk kepentingan politik. Dia mengatakan, “Jelas Trump akan menggunakan segala cara yang tersedia dalam kampanye pemilihan.”

CureVac, didirikan pada tahun 2000, berbasis di negara bagian Thuringia Jerman, dan memiliki kantor lain di Frankfurt dan Boston. Perusahaan ini mengklaim dirinya sebagai spesialis dalam ‘pengembangan perawatan terhadap kanker, terapi berbasis antibodi, pengobatan penyakit langka dan vaksin profilaksis.’

Laboratorium saat ini bekerja bersama Institut Paul-Ehrlich, yang terkait dengan kementerian kesehatan Jerman. Pekan lalu, perusahaan itu secara misterius mengumumkan bahwa CEO Daniel Menichella telah digantikan oleh Ingmar Hoerr, hanya beberapa minggu setelah Menichella bertemu dengan Trump, wakil presidennya, Mike Pence dan perwakilan perusahaan farmasi di Washington.

“Kami sangat yakin bahwa kami akan dapat mengembangkan kandidat vaksin yang kuat dalam beberapa bulan,” kata CureVac mengutip pernyataan Menichella di situs webnya sesaat setelah kunjungan.

Pada hari Minggu, investor CureVac mengatakan bahwa mereka tidak akan menjual vaksin ke satu negara. “Jika kita berhasil mengembangkan vaksin yang efektif, maka itu akan membantu dan melindungi orang di seluruh dunia,” kata Dietmar Hopp, kepala investor prinsip dievini Hopp Biotech Holding, dalam sebuah pernyataan. (amr)

Bagikan berita ini:
3
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar