Batuk Kering dan Berdahak, Dua-duanya Berpotensi Jadi Gejala Virus Corona

Selasa, 17 Maret 2020 09:13

Ilustrasi batuk

FAJAR.CO.ID– Gejala batuk kering ditemukan lebih banyak pada pasien yang positif virus corona, tetapi dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter mengatakan meski bukan berarti gejala batuk berdahak tak perlu diwaspadai.

“Dua-duanya tetap berpotensi menjadi gejala virus corona meski persentase batuk kering lebih tinggi. Adanya dahak sebenarnya menjadi mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan virus,” dr. Alvin menjelaskan.

Yang perlu diperhatikan adalah kombinasi dari gejala-gejala yang muncul.

Batuk kering tak selalu merujuk pada infeksi akibat virus corona. Gejala tersebut juga bisa menandakan alergi. Karena, ketika tubuh berinteraksi dengan alergen, alergen tersebut akan dikeluarkan dari tubuh dengan batuk.

Selain alergi, kondisi lainnya yang juga memiliki gejala batuk kering antara lain.

Gangguan Asam Lambung

Penyakit asam lambung (GERD), terjadi ketika asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan. Asam lambung yang naik ini kemudian mengiritasi kerongkongan dan memicu refleks batuk.

Asma juga sering menimbulkan batuk kering. Ini disebabkan oleh saluran pernapasan yang membengkak dan menyempit, sehingga bikin penderitanya sulit bernapas.

Penyembuhan Usai Flu

Batuk berdahak biasanya dialami saat seseorang kena flu. Namun, begitu demam dan pilek sembuh, gejala akan berganti menjadi batuk kering. Sebab, saluran napas menjadi jauh lebih sensitif saat terserang virus kembali.

Terlepas dari apa kondisi yang mendasari batuk kering, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu:

Bagikan berita ini:
10
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar