Dampak Corona, Salat Jumat di Kampus Hanya 7 Menit, Hindari Jabat Tangan

Selasa, 17 Maret 2020 18:36

WR I UIN Aaluddin, Prof Mardan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dampak virus corona rupanya sudah sampai ke kegiatan keagamaan. Pelaksanan salat Jumat di kampus UIN Alauddin mendapat efisiensi waktu.

Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar salah satunya. Salat Jumat yang digelar setiap Minggunya, hanya dilakukan selama tujuh menit saja.

Hal itu berdasarkan surat edaran yang ditandatangani oleh Rektor, Prof Hamdan, nomor B-809/Un.06.I/PP.00.09/03/2020.

“Salat Jumat itu dilaksanakan hanya sifatnya rukun. Kalau ceramah itu fardhu (wajib). Rukun dari salat Jumat,” kata Wakil Rektor 1 UIN Alauddin, Prof Mardan saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2020).

Tradisi berjabat tangan pun tertulis dalam surat tersebut. Sebaiknya jemaah hindari salat Jumat melakukan jabat tangan dengan orang lain, demi mencegah penyebaran virus corona.

“Jadi jangan sekali-kali jabat tangan. Kalau ada yang mau, ya cukuplah,” tambahnya.

Selain itu, aktivitas perkuliahan di univeristas berjuluk Kampus Peradaban tersebut resmi ditiadakan selama dua pekan ke depan.

Mahasiswa dan dosen hanya diperkenankan belajar dan mengajar via online, di ponsel masing-masing.

Kepala Biro AAKK UIN Aladudin Makassar, Yuspiani, mengaku ada 10 poin yang dikeluarkan dalam surat edaran tersebut, salah satunya adalah peralihan aktivitas perkuliahan dari tatap muka ke sistem online.

“Kita kemarin rapat dengan pimpinan untuk upaya pencegahan virus corona lingkup kampus dan kita merujuk pada kebijakan Kementerian Agama RI No 13 Tahun 2020 tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, serta Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Covid-19 di Lingkungan Kementerian Agama,” ucapnya, saat dikonfirmasi. (Agus)

Bagikan berita ini:
10
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar