Isu Penutupan Destinasi Wisata, GIPI Sulsel Minta Keringanan

Suhardi, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sulsel (Foto: Muh. Ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sejak kasusnya masuk ke Indonesia, virus corona telah banyak berdampak di berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sulsel, Suhardi menyebut, pariwisata di Sulsel khususnya Makassar sangat terpukul menyusul isu corona yang menjadi bahan perbincangan belakangan ini.

"Travel sangat drastis penurunannya, seluruh Indonesia pasti merasakan bahkan dunia. Beberapa dari mereka sudah pending bahkan batalkan perjalanannya ke Makassar," kata dia.

Yang jelas saat ini pariwisata sangat terpukul, sebut saja agen tavel, angka penurunannya mencapai 90 persen, sudah hampir habis. "Tetapi masih ada yang sifatnya pending, mungkin bulan April atau setelah 2 minggu mereka akan datang kembali, sampai sekarang masih kebanyakan pending," kata Suhardi, Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, sejak munculnya isu corona hingga nanti penutupan tempat wisata kalau jadi, pasti akan berdampak, bukan cuma mancanegara, domestik, bahkan lokal pun demikian, apalagi ditambah mahasiswa juga sekarang diliburkan.

Dia berharap kepada pejabat di Makassar mengenai wisatawan yang telanjur di Sulsel baik mancanegara maupun domestik jangan dilarang masuk objek wisata karena mereka sudah telanjur di sini.

"Kita berharap jangan hanya menutup saja, harus ada mereka punya andil, Kalau mereka hanya menutup dan tanpa andil mereka, itu tidak berimbang," terangnya.

Jika nanti semua tempat hiburan dan wisata ditutup, dirinya berharap Pemkot Makassar bisa memberikan keringanan bagi pelaku usaha, minimal pemotongan pajak, atau peniadaan pajak sementara menyusul ditutupnya tempat tersebut. (iqbal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...