Opsi Lockdown Cegah Penyebaran

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR – Virus korona menyebar masif. Lockdown (pembatasan) dinilai sebagai salah satu opsi.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menawarkan opsi tersebut. Lockdown menurutnya menjadi pilihan yang bisa dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus korona secara meluas. Apalagi, kebijakan ini, sudah diterapkan di beberapa negara.

“Begitu urgennya pandemik ini, karena musuhnya yang tidak kelihatan. Ini bahaya yang tak ketahuan. Makanya upaya preventif harus dilaksanakan sekarang, semua tempat keramaian harus bersih dan steril. Jika tidak, itu berbahaya,” bebernya di Istana Wapres, Kamis, 12 Maret.

Dia juga memahami, adanya penetapan dari WHO yang mengkategorikan virus tersebut sebagai pandemik. Penambahan pasien menurutnya sangat cepat. Dari satu orang penderita menular ke tiga orang, hingga seterusnya.

Jika peredarannya tak dipotong, penyebaran virus akan lebih besar. Salah satu opsinya dengan sistem lockdown. Dia yakin Indonesia bisa menerapkan ini jika diinstruksikan dengan baik. Pasalnya hanya negara yang disiplin yang tentu bisa melakukannya.

“Tetapi memang harus siap, baik dari kesiapan ekonomi. Harus siap semua. Ini pukulannya lebih hebat ketimbang dampak dari perang dagang Amerika dan Tiongkok,” tambahnya.

Sementara Dirjen Imigrasi, telah menolak 126 WNA yang masuk ke Indonesia. Plt Dirjen Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting mengatakan, kebijakan tersebut imbas dari penyebaran korona.

Penolakan yang mereka lakukan sudah berlangsung sejak 6 Februari sampai 10 Maret. Kata dia, penolakan tersebut atas berbagai alasan. “Ada yang tak ingin diperiksa, hingga ada yang terindikasi korona,” ungkap Jhoni Ginting.

Penolakan terbanyak ada di pintu masuk Bandara Ngurah Rai, Bali, sebanyak 89 orang. Kemudian dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebanyak 21 WNA, di Bandara Juanda sebanyak 5 WNA, serta sisanya dari pintu TPI Batam dan Pelabuhan Batam Center.

Warga Sulsel

Kru kapal pesiar Diamond Princes dan World Dream akan dipulangkan pada Sabtu, 14 Maret. Ada satu orang warga Sulsel.

Kepala Badan Penghubung Sulsel Ezra Silalahi mengatakan pemulangan para kru kapal tersebut, akan terpusat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Nantinya dari Pulau Sebaru, mereka akan diangkut oleh dua KRI ke pelabuhan dan dijemput oleh jajaran pemerintah daerah dan pusat.

Proses pemulangannya difasilitasi oleh beberapa instansi terkait dengan pihak pemilik kapal pesiar. Perusahaan kapal yang mempekerjakan para kru ini, juga akan menanggung tiket pulang dengan pesawat terbang untuk tujuan tertentu.

“Kebetulan ada satu warga kita asal Pinrang, atas nama Siswandi Wiratama. Warga kita ini merupakan awak kapal pesiar Diamond Princes, rencananya dipulangkan Sabtu ini,” bebernya usai rapat pemulangan WNI di Kemendagri, kemarin.

Selain di Sulsel, ada pula satu awak kapal asal Sulbar. Pihaknya sisa menunggu konfirmasi atas pemulangan mereka ke daerah asal. Pasalnya perusahaan hanya menanggung tiket pemulangan untuk beberapa tujuan saja.

Lokasi yang menjadi tanggungan perusahaan hanya Jakarta, Bali, Medan, dan Yogyakarta. “Makanya sementara kami tunggu ini. Kalau memang tak ditanggung, pemerintah yang akan fasilitasi pemulangannya ke daerah asal,” jelasnya.

Laporan sementara warga asal Pinrang tersebut masih dalam kondisi fit. Tak ada gejala terinfeksi korona. Hanya ada proses atau tahapan karantina yang harus dilakukan sesuai prosedur WHO.

Direktur Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kemendagri Safrijal menjelaskan, proses penjemputan nantinya akan melibatkan pemerintah daerah. Mereka nantinya akan memfasilitasi para warga untuk bisa dipulangkan ke lingkungan asalnya.

“Proses pemulangan terpusat di Tanjung Priok. Mereka memang telah mengikuti karantina. Ada 188 kru kapal World Dream dan 69 kru kapal Diamond Princes,” tambahnya.

Karantina Ronaldo

Pemain bintang Juventus, Cristiano Ronaldo harus menjalani masa karantina setelah rekan setimnya, Daniele Rugani dinyatakan positif Covid-19. Ronaldo menjalani karantina di rumahnya di Madeira, Portugal.

Semula, Ronaldo telah dijadwalkan kembali ke Turin untuk menjalani latihan bersama skuat Juventus pada Rabu, 11 Maret. Namun, manajemen Juventus memutuskan untuk mengizinkan Ronaldo tetap di Madeira menyusul kabar Rugani positif virus corona.

Dapat diketahui, Ronaldo merupakan salah satu pemain Juventus yang melakukan kontak langsung dengan Rugani dalam beberapa hari terakhir. Terakhir Ronaldo terlihat berada satu ruang dengan Rugani usai Juventus mengalahkan Inter Milan pada lanjutan Liga Italia, Minggu, 8 Maret.

Dalam foto yang diunggah bek Juventus Leonardo Bonucci usai melawan Inter Milan, terlihat Ronaldo salah satu pemain yang foto bersama tim dengan Rugani ada di dalamnya.

"Cristiano Ronaldo tidak berlatih dan tetap di Madeira menunggu perkembangan terkait krisis kesehatan yang saat ini sedang berlangsung," demikian pernyataan resmi Juventus dikutip dari Football Italia.

Juventus secara resmi mengumumkan bahwa ada salah satu pemainnya yang positif mengidap Covid-19. Pemain yang terjangkit virus tersebut adalah Daniele Rugani.

Si Nyonya Tua mengumumkan, bahwa bek tengah Juventus yang berusia 25 tahun itu, telah didiagnosis terpapar virus korona, tetapi belum menunjukkan gejala apapun.
(ful-fin/abg-zuk)

(ful)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Fadel

Comment

Loading...