Pengerjaan Pengerasan Jalan Senilai Rp11 Miliar di Wajo Terkesan Serampangan

Ruas Lowa - Ujung Kessi di Kecamatan Tanasitolo tergenang air dan berlumpur. Padahal sebelumnya sudah dilakukan peningkatan jalan senilai Rp11,6 miliar. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kondisi ruas Lowa-Ujung Kessi di Kecamatan Tanasitolo dikeluhkan. Proyek peningkatan jalan menelan anggaran Rp11,6 miliar, diduga dikerjakan serampangan.

Keluhan itu disampaikan oleh petani cabai di ruas ini, Arkas. Kata dia, akses yang menghubungkan ke Kecamatan Belawa ini, sangat susah dilewati ketika hujan turun.

“Jalannya berubah menjadi berlumpur kalau sudah hujan. Banyak sekali titik yang seperti berlumpur,” kritiknya, saat ditemui FAJAR.CO.ID usai memetik cabai, Selasa, 17 Maret 2020.

Di sisi ruas ini, banyak tanaman pertanian milik warga sekitar. Di antaranya, ada jagung, cabai, dan dominan padi. Akan tetapi, kondisi jalan kerap menjadi persoalan saat panen tiba.

“Padahal, jalan ini pernah pengerasan. Kalau tidak salah sekitar Maret 2017 lalu dimulai pengerjaan. Berlumpur karena tanah liat lebih banyak dibandingkan krikilnya,” kritiknya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP), Andi Abdul Mukharis menyampaikan, peningkatan jalan tersebut merupakan proyek pengerasan APBD 2017 senilai Rp11.680.350.000. Dilaksanakan PT Bangun Indah Perkasa.

“Sebenarnya awalnya dialokasikan untuk beton. Tetap waktu itu kondisi banjir, tidak bisa dilaksanakan. Hasil dari perubahan kontrak diubah pengerasan dan talud,” sebutnya. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...