PLN Diseruduk Warga, Pembangunan Menara Sutet Tuai Kontroversi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Suara lantang terdengar dari luar kantor PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembanguan, Sulawesi Bagian Selatan. Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar.

Itu disuarakan sejumlah mahasiswa dan masyarakat Kecamatan Tamalate, Kota Makassar di depan kantor perusahaan plat merah tersebut.

Warga dan mahasiswa itu tak henti-hetinya menunjuk-nunjuk kantor tersebut, sambil menyampaikan orasinya.

Aparat kepolisian dan beberapa petugas dari PT. PLN menyambut baik kedatangan massa itu. Di depan massa, mereka tetap berpegang teguh pada pendiriannya.

Pembangunan menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di RT 1, RW 6, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Pembangunan itu dianggap berbahaya karena terlalu dekat dengan pemukiman warga.

“Coba bapak tinggal di dekat menara itu, pasti berbahaya karena dekat dengan listrik bertegangan ekstra tinggi itu. Kami juga tidak mau menjual rumah kami. Justru PLN yang menawarkan untuk membeli rumah kami untuk pembangunan itu,” teriak Koordinator Lapangan, Muh Nurhidayat dalam aksi itu, Selasa (17/3/2020).

Selama aksi itu, pihak BUMN membela diri. Pihaknya menganggap pembangunan proyek nasional itu tidak membahayakan keselamatan masyarakat di sana.

Meski menara tersebut dibangun dekat rumah warga yang hanya berjarak empat meter, kata mereka, pembangunannya telah sesuai dengan Permen SDM Nomor 2 Tahun 2019, tentang jarak aman ke rumah warga.

  • Bagikan