Antre 2 Jam di Luar IGD RSUD RA Kartini, Lukita Meninggal di Ambulans Desa

Rabu, 18 Maret 2020 15:32

Ilustrasi pasien meninggal

FAJAR.CO.ID, JEPARA — Warga Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Lukita, 69, meninggal dunia saat menunggu antrean di IGD RSUD RA Kartini Senin (16/3) lalu. Lukita sempat menunggu selama lebih dari dua jam di luar IGD lantaran ruangan itu penuh.

Perangkat Desa Mambak Abdul Rasyid yang mendampingi Lukita mengatakan, Senin lalu awalnya dia mengantarkan pasien dari rumah ke Puskesmas Pakisaji sekitar pukul 12.15. Dari puskesmas, pasien dirujuk ke RSUD RA Kartini, karena kondisinya sudah lemah.

Sekitar 30 menit, mereka sampai di RSUD RA Kartini. ”Kami sempat minta gledek. Tapi petugas menjawab tidak ada. Jadi, kami menunggu bersama pasien di dalam ambulans desa,” katanya.

Karena tidak tega melihat pasien, cucu pasien memberanikan diri masuk dan minta petugas memeriksa. ”Petugas memeriksa. Setelah itu kami didatangi satpam didata antrean dan dapat nomor antrean 19. Kami juga diminta daftar,” jelasnya.

Awalnya mereka memarkir ambulans desa di IGD, namun oleh satpam diberi informasi tidak bisa diparkir di sana. Akhirnya mereka membawa pasien ke tempat parkir, karena pasien memang sudah tidak mungkin diturunkan dari ambulans. ”Kami sempat pindah tiga kali saat parkir. Dari yang awalnya di sekitar masjid, terus mendekat ke IGD. Sekitar dua jam kami menunggu di parkiran hingga pasien akhirnya meninggal tanpa penanganan,” keluhnya.

Bagikan berita ini:
9
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar