Eropa Berencana Tutup Semua Perbatasan, Spanyol dan Prancis Lockdown

Rabu, 18 Maret 2020 23:24

PASUKAN PENGHALAU: Kepolisian Spanyol dan Catalan berjaga di kawasan La Jonquera yang berbatasan dengan Prancis, Selasa ...

FAJAR.CO.ID–’’Kita sedang perang.’’ Pernyataan itu dilontarkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam siaran televisi Senin (16/3). Prancis tidak sedang berperang melawan negara lain, tapi dengan virus Corona yang tak kunjung bisa mereka taklukkan. Macron akhirnya memutuskan bahwa negaranya bakal lockdown alias diisolasi.

Kebijakan baru itu berlaku mulai tengah hari, Selasa (17/3) hingga 15 hari ke depan. Penduduk diminta tidak keluar rumah jika bukan karena urusan penting. Semua toko, restoran, dan sekolah ditutup beberapa hari sebelumnya. Bagi Macron, ini satu-satunya cara. Sebab, penduduk cenderung abai.

’’Bahkan ketika petugas medis memperingatkan tentang gawatnya situasi saat ini, kami masih melihat orang berkumpul di taman dan pasar,’’ terangnya seperti dikutip BBC. Restoran dan bar yang sudah diminta tutup sebelum lockdown juga tetap tak boleh buka.

Macron tak mau kecolongan lagi. Karena itu, agar karantina berjalan lancar, pemerintah mengerahkan 100 ribu petugas kepolisian untuk berjaga di penjuru negeri. Covid-19 sudah menjangkiti 7.730 penduduk Prancis dan menewaskan 175 orang. Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner menegaskan, jika ada penduduk yang melanggar aturan, mereka akan didenda hingga EUR 135 atau setara Rp 2,26 juta.

Spanyol juga mengambil kebijakan serupa setelah istri Perdana Menteri Pedro Sanchez, Maria Begona Gomez Fernandez, positif tertular Covid-19. Pasangan tersebut diisolasi di kediaman mereka di La Moncloa Palace, Madrid. Lockdown di Spanyol berlangsung selama dua pekan.

Komentar


VIDEO TERKINI