Ijtima Zona Asia 2020 di Pakkatto Ditunda, Wagub: Kita Kawal Ketat

Kamis, 19 Maret 2020 09:31

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Di tengah polemik acara Ijtima yang berlangsung di Pakkatto, Gowa, Wagub Sulsel Andi Sudirman sejak awal telah mengingatkan untuk ditunda. Dalam beberapa kali koordinasi Forkopimda telah menghasilkan keputusan untuk meminta panitia menunda kegiatan perihal antisipasi penyebaran virus Corona.

Ternyata dalam perjalanannya peserta tetap berdatangan meski sudah edaran soal penundaan. Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berkomunikasi dengan Bupati Gowa terkait sterilisasi dan pengawalan tim medis, serta pendekatan untuk memulangkan para peserta Ijtima se-Asia tersebut.

Menurut Wagub Andi Sudirman, sejak semalam ia telah berkomunikasi dengan Kapolda Sulsel agar dilakukan pengawalan ketat ke luar masuk hingga memulangkan peserta Ijtima tersebut.

“Jauh sebelumnya sudah dilakukan upaya penundaan kegiatan tapi pada hari menjelang pelaksanaan peserta memang sudah tiba di lokasi. Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Gowa untuk melakukan pengawalan ketat, sterilisasi hingga pemulangan peserta sampai di bandara dan pelabuhan pemberangkatan kembali ke daerah masing masing,” jelasnya.

Lanjut Wagub Sulsel, upaya pemulangan melibatkan pengawalan dan pengawasan dari pihak pemerintah daerah. Pengawalan menuju Bandara, Pelabuhan maupun Terminal agar peserta dari berbagai daerah diberi pelayanan maksimal.

Pemerintah daerah juga telah melibatkan tim kesehatan untuk melakukan pemantauan di lapangan. Upaya Penanganan dan pencegahan kemungkinan penyebaran penyebaran covid-19 tetap prosedur pemerintah dgn mengikuti standar WHO.

Ia menambahkan, Bupati Gowa sudah mengkonfirmasi terakhir bahwa mereka telah sepakat untuk menunda kegiatan.

“Alhamdulillah sudah disepakati untuk menunda dan tetap dikawal hingga tempat pemberangkatan baik pelabuhan maupun bandara Hasanuddin”. Tambahnya

Diketahui, segala upaya penanganan kegiatan untuk meminimalisir dampak, mulai dari fasilitas, akomodasi dan segala kebutuhan lainnya, diupayakan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan banyak pihak. Pengawalan untuk pemulangan akan dilakukan segera, secara ketat dan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan angkutan udara, laut dan darat. (*/fajar)

Komentar