Opo Tumon

Kamis, 19 Maret 2020 08:02

Bahkan Trump sudah mau mengurangi bicara. Ia sudah meminta Wakil Presidennya, Mike Pence, yang lebih banyak bicara soal Covid-19.

Itu setelah Capres Partai Demokrat Joe Biden menjawab pertanyaan wartawan: apa program besarnya untuk menanggulangi Covid-19?

Jawab Biden: menutup mulut Trump.

Langkah Trump lainnya: mencari penemu obat baru untuk melawan Covid-19.

Ia bermaksud membayar sebuah lembaga riset swasta di Jerman Rp 15 triliun. Agar memproduksi anti-Covid-19 khusus untuk Amerika –jangan dijual ke pihak lain.

Perusahaan riset tersebut, CureVac, belum tentu bisa segera memproduksinya –tapi diperkirakan punya kemampuan untuk itu.

Hanya saja Jerman langsung menghadangnya: Jerman tidak untuk dijual. Itulah kata pemimpin Jerman, Angela Merkel menanggapi langkah Trump.

Di Amerika sendiri diberitakan sudah mampu melakukan uji coba obat sejenis. Sudah disuntikkan ke 45 orang sehat –yang mau jadi relawan uji coba. Obat baru itu disuntikkan di lengan atas mereka. Itu untuk mengetahui efek samping obat tersebut.

Tapi tes seperti itu masih panjang. Prosedurnya banyak. Paling cepat setahun. Bahkan bisa 18 bulan –barulah bisa diproduksi. Itu pun kalau hasil tesnya berhasil.

Atau meniru Korsel. Izin memproduksi penemuan baru untuk alat test Covid-19 keluar dalam satu minggu.

Soal penemuan obat anti-Covid-19 Tiongkok sudah lebih dulu mengumumkan.

Komentar