Tanda Tanya Besar MotoGP 2020

Pelaksanaan MotoGP 2020 masih belum jelas/Crash.net

FAJAR.CO.ID, JEREZ—Jadwal MotoGP 2020 sudah direvisi dengan balapan di Jerez, Spanyol akan menjadi pembuka musim. Akan tetapi, di tengah makin mengganasnya ancaman virus corona, kembali muncul tanda tanya terkait bisa tidaknya balapan digelar Mei nanti.

Situasi saat ini sangat tidak pasti. Sejumlah negara sudah memberlakukan aturan ketat. Dan para pakar mengklaim bahwa penyebaran virus corona-2019 (COVID-19) saat ini belum mencapai puncaknya di Eropa.

Penyelenggara MotoGP sebelumnya melakukan pembatalan untuk balapan pembuka kelas utama di Qatar. Itu diikuti dengan penundaan MotoGP Thailand yang awalnya akan diadakan akhir pekan ini.

Ketika situasi memburuk dengan cepat di Eropa dan mulai menyebar ke barat, penundaan putaran Argentina dan Amerika Serikat dikonfirmasi bersamaan dengan membentuk kembali kalender MotoGP sementara termasuk final delapan putaran dalam 10 minggu dari akhir September hingga akhir November.

Respon awal MotoGP telah dipuji, sementara kepala Dorna, Carmelo Ezpeleta belum mengesampingkan kemungkinan untuk menggelar kejuaraan penuh, yang telah mengangkat berbagai kemungkinan solusi, termasuk balapan tanpa penonton.

Sampai saat ini, musim MotoGP 2020 diatur untuk dimulai awal Mei dengan Grand Prix Spanyol di Jerez menjadi seri pembuka. Setelah itu balapan dilanjutkan ke Prancis dan Italia di akhir bulan. Tapi tim dan pembalap MotoGP tampaknya harus bersiap untuk penundaan lebih lanjut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menutup akses ke dalam dan ke luar negeri setidaknya 15 hari. Italia dan Spanyol juga mendekati penutupan total dengan mayoritas penerbangan dibatalkan. Akibatnya, tiga putaran awal ini menjadi tanda tanya besar.

Dengan berbagai larangan perjalanan saat ini dan penutupan di masing-masing negara, balapan hampir mustahil diadakan dalam waktu dekat. Memang masih ada enam minggu lagi sampai MotoGP Spanyol, tetapi jika pun saat itu virus sudah bisa diatasi di sana, risiko wabah kedua dengan membuka kembali jalur perjalanan internasional akan tetap menjadi perhatian utama.

Ezpeleta sebelumnya memperjelas target utamanya adalah menyelesaikan seluruh balapan. Ia disebut sudah memiliki dukungan dari FIM untuk menggelar balapan hingga Januari 2021 jika memang diperlukan lebih banyak waktu.

“Secara kontrak dengan FIM ada 13 balapan tetapi tujuan kami adalah melakukan 19 balapan yang tersisa. Ada kemungkinan bahkan dalam kasus terburuk, bahkan dengan lebih banyak pembatalan bahwa kita akan punya waktu. Mungkin kita akan berlomba di negara-negara panas saat Natal,” kata Ezpeleta di Crash. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...