Nurdin Abdullah Pastikan Kesiapan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengecek kesiapan fasilitas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (20/03/2020) sebagai upaya untuk menghalau virus corona masuk ke Sulsel.

Sekitar pukul 09.15 WITA Nurdin Abdullah tiba di Bandara disambut oleh General Manager PT Angkasa Pura I, Wahyudi, Kepala KKP Kelas 1 Makassar, Darmawali Handoko, serta Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Sebelum masuk ke area dalam bandara, Nurdin Abdullah beserta rombongan terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya menggunakan Thermal Gun oleh petugas.

Hal pertama yang menjadi fokusnya adalah alat pemindai yang mengukur suhu tubuh penumpang yang datang. Mulai dari terminal kedatangan domestik hingga internasional.

Kepala KKP Kelas 1 Makassar, Darmawali Handoko menjelaskan kepada gubernur bahwa pihaknya mengandalkan Infra red Thermal Scanner dan Thermal Gun. Kedua alat tersebut telah tersedia di pintu masuk domestik dan internasional.

Darmawali menjelaskan, Infra Red Thermal Scanner akan mendeteksi setiap manusia yang datang akan ditangkap oleh kamera pengintai dan terlihat langsung di monitor. Bagi penumpang yang suhu tubuhnya di atas atau sama dengan 38 derajat celsius, maka langsung diarahkan menuju Holding Room atau ruangan pemeriksaan.

Sedangkan Thermal Gun digunakan secara manual. Alat itu oleh petugas KKP dipegang lalu ‘ditembakkan’ ke dahi penumpang. Di situ akan terlihat suhu tubuh orang tersebut.

Holding Room juga tak luput dari perhatian Gubernur. Di ruang pemeriksaan itu disiagakan beberapa dokter yang berjaga selama 24 jam.

Di holding room ini juga disiapkan Isolation Chamber atau Kapsul Isolasi yang difungsikan untuk membawa penumpang yang dicurigai terinfeksi Corona menuju rumah sakit rujukan.

Gubernur Nurdin Abdullah juga meminta kepada pihak bandara secara maksimal melakukan deteksi dini bagi siapapun yang datang.

Ia juga meminta kepada Angkasa Pura dan jajarannya memudahkan kepulangan jemaah Ijtima Zona Asia.

“Semua penumpang yang masuk harus maksimal pemeriksaannya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Begitu juga untuk semua penumpang termasuk jemaah Ijtima Zona Asia agar diberi kemudahan dan dilayani dengan baik,” himbau Nurdin Abdullah. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...