Bintang di Klub Lama, Gagal Bersinar di Tim Baru

Eden Hazard mengalami cedera November lalu saat Real Madrid menghadapi PSG di Liga Champions/Burak Akbulut/Anadolu Agency via Getty Images

FAJAR.CO.ID, MADRID—Sejumlah bintang yang berganti klub mengalami musim buruk. Performa hebat mereka bersama klub sebelumnya tidak bisa berlanjut di tim baru yang sudah menggelontorkan dana besar. Siapa saja mereka?

EDEN Hazard menempati posisi teratas pemain yang mengalami penurunan level bersama klub barunya. Tampil begitu luar biasa di Chelsea, petualangannya di La Liga bersama Real Madrid seperti mimpi buruk.

Dibeli 110 juta eruo musim panas tahun lalu, kapten timnas Belgia itu hanya mampu mencetak satu gol dan satu assist. Dibandingkan torehannya sebelum berlabuh di Santiago Bernabeu, statistik gol dan assist-nya tersebut sangat buruk.

Musim lalu, Hazard total mencetak 16 gol di Premier League. Selain itu, ia juga memberikan 15 assist. Jumlah bantuan untuk rekan setimnya tersebut menempatkan dia sebagai raja assist di Liga Inggris.

Penurunan level ini tak lepas dari serangkaian cedera yang membekapnya sejak datang ke Bernabeu. Sejak pramusim, ia lebih banyak berada di ruang medis. Bahkan, setelah musim bergulir, dia mengalami dua cedera parah. Termasuk retak fibula kaki kanan yang memaksanya harus menjalani operasi di Dallas, awal Maret lalu.

Rekannya di Madrid, Luka Jovic mengalami nasib sama. Mencetak 27 gol di Eintracht Frankfurt musim lalu, Madrid rela menggelontorkan dana hampir satu triliun untuk membajaknya. Harapan Madrid, Jovic yang melesakkan 17 gol plus enam assist di Bundesliga musim lalu bisa menjadi predator baru mereka.

Sayangnya, seperti Hazard, ia gagal mengulang performa hebatnya. Musim ini, penyerang 22 tahun itu sudah memainkan 15 pertandingan di La Liga. Dari seluruh laga itu, striker Serbia itu hanya mampu mengemas dua gol dan satu assist.

Menjadi salah satu kejutan terbesar di akhir musim lalu bersama Juventus dan timnas Italia, Moise Kean yang memutuskan pindah ke Everton bernasib serupa. Diharapkan bisa menjadi tumpuan gol The Toffees, ia malam melempem.

Sejak awal musim 2019/2020, penyerang muda Italia itu hanya mampu mencetak satu gol dan 22 pertandingan. Torehannya itu jauh di bawah statistik yang ia catatkan bersama Juventus. Musim lalu, meski hanya bermain 13 laga dan sebagian besar sebagai pemain pengganti, ia mampu menyumbangkan enam gol plus satu assist.

Barbanderol 120 juta euro, Joao Felix tak kalah “apes” di musim perdananya di Atletico Madrid. Pemain termahal di bursa transfer musim panas 2019 itu hanya mampu mencetak empat gol di 20 laga La Liga.

Kalau melihat rekornya di Benfica serta jumlah dana yang dikeluarkan Atletico, sumbangsihnya jelas mengecewakan. Ketika masih bersama Lisbon musim lalu, pemain yang diklaim sebagai The Next Cristiano Ronaldo itu mencetak 15 gol dan tujuh assist.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir


Comment

Loading...