Hikmah Ijtima Dunia di Gowa: Jual Cendol, Ubah Warung Nenek jadi Lebih Layak

Warung milik Ibu Neli, di dekat acara Ijtima Dunia Zona Asia 2020, Pakatto, Kabupaten Gowa

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA – Suasana hati ibu Neli selalu riang gembira. Keriput di wajahnya, tetap memancarkan senyum di hadapan orang banyak.

Usaha warung kopi miliknya berubah. Acara Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Pakatto, Kabupaten Gowa meninggalkan kesan berharga bagi usahanya itu.

Semula, bangunan warung milik ibu Neli hanya beratap terpal. Jika hujan mengguyur, terpal yang sudah bocor itu membuat warungnya kebanjiran.

Begitu pula jika kemarau datang. Suhu udara panas akan sangat terasa. Namun di usianya yang sudah menginjak sekitar 50 tahun, semangatnya untuk berusaha tidak pernah redup.

Saat itu juga, ibu Neli hanya menjual cendol. Minuman pelepas dehaga, yang dikenal dapat membuat perut kenyang, dan menghilangkan haus jika panas melanda.

“Jauh sebelum Ijtima ini dimulai, saya jual cendol. Alhamdulillah banyak yang suka. Hasilnya itu saya tabung terus,” katanya kepada Fajar.co.id, Sabtu (21/3/2020).

Saat dia tahu acara Ijtima Dunia Zona Asia akan digelar di dekat rumahnya, uang hasil tabungannya itu dia pakai untuk merenovasi warungnya tersebut.

Kini atap warungnya yang sebelumnya pakai terpal, kini diganti menjadi seng baru. Beberapa kayu yang telah lapuk pun ikut diganti.

Tidak hanya itu. Dari hasil jualan cendolnya, dia mampu membeli meja, kursi, dan lemari. Kemudian ditempatkan di dalam warung usahanya tersebut.

“Semua itu saya modali kira-kira Rp10 juta. Saat Ijtima ini digelar, alhamdulillah, balik modal,” jelasnya.

Aneka menu minuman pun bertambah di warung ibu tiga anak ini. Semula hanya cendol, kini sudah tersedia minuman lain seperti kopi susu, teh susu, saraba, dan lain-lain dengan harga yang sangat bersahabat.

Meski acara pertemuan umat Muslim dari 48 negara itu batal digelar, usahanya tetap meraup untung.

Keuntungannya dia pakai untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, ibu Neli bisa membantu membayar cicilan motor anaknya, yang tersisa beberapa angsuran lagi.

“Ini (cicilan) sisa dua kali angsuran. Per bulan itu Rp2 juta. Motornya juga awet dan tidak pernah membuat celaka di jalanan,” jelas ibu tiga anak ini.

Diketahui, Ijtima Dunia Zona Asia 2020 yang digelar di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa batal dilaksanakan.

Acara itu mengundang reaksi dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah di tingkat daerah, hingga di provinsi. Bahkan menjadi perbincangan di pemberitaan nasional.

Ibu Neli menjual cendol. (Foto: Agus/FAJAR.CO.ID)

Hal itu dikarenakan, pemerintah setempat khawatir penyebaran virus corona. Hal itu juga akan berdampak pada masyarakat di sekitar acara Ijtima tersebut.

Pantauan Fajar.co.id hari ini, Sabtu (21/3/2020). Masih ada beberapa peserta Ijtima yang berteduh di bawah tenda miliknya. Sambil menunggu kedatangan bus, yang akan mengangkut mereka dan akan kembali ke kota, bahkan ke negara masing-masing.

Meski hujan mengguyur, beberapa bus masih berdatangan. Aparat kepolisian dari Polres Gowa ikut mengamankan dan mengawal peserta Ijtima tersebut untuk segera dipulangkan. (Agus)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...