Kekurangan PPS, KPU Makassar Rekrut Akademisi Kampus

ilustrasi (jawa pos)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- KPU Makassar telah mengumumkan hasil akhir tahapan seleksi Perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Walikota (Pilwakot) Makassar. Di setiap kelurahan dipilih tiga orang untuk menjadi PPS.

Diketahui ada sekitar 864 orang yang lulus tes Computer Assisted Test (CAT) dan mengikuti tes wawancara selama tiga hari, 11-13 Maret di Swiss-Belhotel Makassar. Serta tahapan klarifikasi laporan masyarakat atas calon PPS.

Dari pengumuman KPU Makassar tertanggal 20 Maret, ada 27 kelurahan yang kuota PPSnya tak sampai tiga orang. Bahkan ada yang kosong dan hanya satu orang.

Kelurahan itu antara lain Kunjung Mae dan Mattoanging (Kecamatan Mariso), Mamajang Dalam, Maricaya Selatan, Bonto Biraeng, Bonto Lebang, Karang Anyar (Mamajang), Mardekayya (Makassar), Lae-lae, Pisang Selatan, Pisang Utara dan Sawerigading (Ujung Pandang), Ende (Wajo).

Selanjutnya Gaddong, Layang, Malimongan Baru (Bontoala), Pannampu, Rappokaling Suangga, Ujung Pandang Baru, Wala-Walaya (Tallo), Gusung dan Ujung Tanah (Ujung Tanah), Karuwisi Utara dan Pandang (Panakukkang), Daya (Biringkanaya) serta Parangloe (Tamalanrea).

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Partisipasi Pemilih KPU Makassar, Endang Sari mengatakan untuk menutupi kekurangan tersebut pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi atau lembaga profesi.

“Sesuai aturan kalau tidak memenuhi, langkah pertama kita melakukan MoU dengan perguruan tinggi. Langkah kedua, kita ambil dari pendaftar di kelurahan terdekat,” kata Endang kepada fajar.co.id, Sabtu (21/03/2020).

Komentar

Loading...