Misteri Siapa Pasien Covid 286? Jangan Bohongi Rakyat

Sabtu, 21 Maret 2020 14:45

Selle KS Dalle

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Spekulasi tentang identitas pasien positif Corona, Covid 286 hingga kini belum juga terungkap. Melihat wabah ini telah masuk dalam kategori pandemik yang mengancam kesehatan masyarakat, nampaknya membuka identitas pasien tidak lagi bertentangan dengan hukum.

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle mendorong pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas Penanggulangan Corona Sulsel membuka kepada publik tentang informasi kepastian identitas siapa sesungguhnya yang suspect atau terpapar virus Covid-19.

“Atas nama kemaslahatan khalayak mestinya dibuka (identitas pasien corona), prinsip kepentingan umum harus selalu di atas keepentingan yg lainnya,” tegas Selle kepada fajar.co.id, Sabtu (21/03/2020).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, meski kerahasiaan data pasien diatur dalam empat undang-undang (UU) Lex Specialis yaitu pertama, pasal 48 UU Praktik Kedokteran, kedua Pasal 57 UU Kesehatan, ketiga diatur pasal 38 UU RS, dan terakhir diatur di pasal 73 UU 36 tetapi peraturan menteri kesehatan (permenkes) nomor 36 tahun 2012 yang menyatakan rahasia medis bisa dibuka atas nama kepentingan umum.

Sehingga gugus tugas penanggulangam corona yang dibentuk pemprov mestinya secara real time proaktif menyebarkan informasi faktual kepada masyarakat. Termasuk informasi kepastian identitas siapa sesungguhnya yang suspect atau terpapar virus pandemi ini.

“Membuka identitas yg terpapar virus corona bukan aib justru informasi itu sangat baik dalam memutus mata rantai penyebaran sehingga amat keliru kalau ditutupi,” pungkas Selle.

Perlu diketahui, sebelumnya Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara terkait baik tidaknya identitas pasien positif Corona dibuka ke publik. IDI menegaskan membuka identitas pasien terpapar corona bukanlah perbuatan melawan hukum, sebab wabah ini telah pandemi secara global dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Dengan dibukanya identitas pasien akan mempermudah dilakukannya contact tracing kepada siapapun yang diduga terpapar covid-19 ini.

Seperti yang telah dicontohkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Menpan RB Tjahjo Kumolo tidak malu-malu mengungkap menantu, asisten pribadi hingga supirnya positif terinfeksi Covid-19. (endra)

Bagikan berita ini:
7
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar