WA ke Anak

Sabtu, 21 Maret 2020 08:11

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

BANYAk sekali pertanyaan seperti ini: mengapa angka kematian akibat Covid-19 begitu tinggi di Indonesia? Sampai 8 persen? Bahkan ada yang menyebut persentase kematian itu tertinggi kedua di dunia? Bahkan yang pertama?

Saya tidak setuju dengan cara menghitung seperti itu. Persentase itu terlihat tinggi karena diperbandingkan antara jumlah penderita dengan yang meninggal dunia.

Di Italia persentasenya memang tinggi, tapi ada penjelasan ilmiahnya. Demografi di Italia menunjukkan jumlah orang tua sangat besar. Terbanyak kedua setelah Jepang.

Sedang di Indonesia? Semua orang tahu: demografi kita didominasi anak muda. Sampai muncul istilah Indonesia itu mendapat bonus demografi. Saya memilih, logikanya yang dibalik.

Begini: persentase yang meninggal dunia akibat Covid-19 sudah disepakati antara 2 sampai 3 persen. Maka, kalau di Indonesia yang meninggal 25 orang, dan 25 orang itu adalah 3 persen, berapa 100 persennya? Kira-kira 800 orang bukan?

Berarti yang sudah mengidap Covid-19 di Indonesia kira-kira 800 orang. Bukan 300 orang seperti data yang ada. Berarti ada sekitar 500 penderita yang tidak diketahui siapa mereka, di mana mereka, sudah menularkan pada siapa saja.

Tapi perhitungan saya ini juga hanya sebuah spekulasi. Jangan terlalu dipegang. Anggap saja ini sebuah kewaspadaan: bahwa kemungkinan besar banyak penderita yang masih beredar ke mana-mana.

Bagikan berita ini:
9
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar