Imbauan Ibu RT Setelah Warganya Meninggal: Rajin Cuci Tangan, Berjemur, dan Berdoa

Minggu, 22 Maret 2020 21:19

Ilustrasi seseorang membersihkan tangan dengan sabun untuk mematikan virus korona. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pasien Covid 285 bernama Hapsa (55), telah meninggal di RS Siloam, Kota Makassar, pada Minggu, 15 Maret 2020 lalu.

Semasa hidup, warga jalan Rajawali III itu dikenal baik dan religius di mata tetangganya. Dari sejarahnya, almarhumah ternyata sudah puluhan tahun tinggal di sana.

Jauh sebelum virus corona datang menyapu China, dan beberapa negara di dunia lainnya. Termasuk Indonesia.

“Dia (Hapsa) sudah lama tinggal di sini. Bahkan lebih lama daripada saya. Ada sekitar 40 tahunan dia sudah tinggal di sini,” kata Ketua RT 01, RW 08, Wahyu Ningsih kepada fajar.co.id di rumahnya, Minggu (22/3/2020).

Dia melanjutkan, saat jenazah Hapsa sudah berada di rumah duka, dia dimandikan oleh dua orang. Diantaranya bernama Siti Maryam dan ibu Rahma.

“Siti Maryam itu ketua RT II. Sedangkan ibu Rahma, dia memang orang yang biasa mandikan jenazah di sini,” tambah perempuan berusia 50 tahun itu.

Kata dia, kedua orang itu awalnya tidak tahu bahwa almarhumah meninggal karena terjangkit virus corona. Sepulang dari umrah pada 25 Februari, hingga 15 Maret 2020.

Ince, sapaan akrab Wahyu Ningsih awalnya juga tidak tahu. Jenazah Hapsa ternyata sedang dipenuhi dengan virus corona atau covid-19 dalam tubuhnya.

Mereka tetap melayat ke rumah duka, dan memandikan almarhumah. Dia mengakui, sudah ada warga yang menyampaikan informasi soal Hapsa yang sudah positif corona. Namun saat itu ia belum percaya.

Bagikan berita ini:
5
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar