Jaga Stabilitas Ekonomi, BI Gunakan Strategi 4K

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Virus Covid-19 yang menjadi fenomena global saat ini memberikan pengaruh pada perekonomian Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. Kendati demikian diketahui Sulawesi Selatan memiliki modal dasar yang cukup kuat, salah satunya inflasi yang terkendali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso mengatakan, Februari 2020 tekanan inflasi lebih rendah dari 5 tahun sebelumnya.

“Pada posisi Februari 2020, tekanan inflasi tercatat sebesar 2,84% (yoy), Iebih rendah dari rata-rata inflasi 5 tahun terakhir yang mencapai 4.47% (yoy). Sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 inflasi tahunan Sulsel juga menunjukkan tren perkembangan yang menurun,” ucapnya.

Ia mengaku pertengahan minggu ke-3 Maret 2020 perkembangan harga pangan utama sebagian besar masih dalam level harga yang wajar.

Meskipun beberapa komoditas di pasaran mengalami deflasi, hal tersebut tidak berlaku terhadap gula pasir yang secara bulanan (mtm) mengalami kenaikan harga relatif tinggi mencapai 14.23%.

Menurutnya kondisi perkembangan harga komoditas dapat terjaga dengan baik karena pasokan komoditas strategis di wilayah Sulawesi Selatan masih relatif terjaga.

“Maka masyarakat diharapkan tidak perlu panik dan tidak perlu melakukan belanja yang berlebihan (panic buying) dalam menghadapi covid-19. Dengan menerapkan pola belanja bijak dan berkegiatan ekonomi yang normal, maka masyarakat memberikan andil nyata dalam menjaga stabilitas perekonomian Sulawesi Selatan,” jelasnya.

  • Bagikan