Obat Covid


Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID– Semua tahu: belum ada obat untuk Covid-19. Tapi apakah pasien tidak perlu diobati?

Para dokter pasti berada dalam dilema yang luar biasa. Lalu harus membuat keputusan. Dokter tidak boleh terus menerus dalam keraguan.

Saat akhirnya membuat keputusan dokter sudah memikirkannya berdasar keahliannya. Bukan berdasar perintah atau instruksi atau tekanan.

Itulah sebabnya pekerjaan dokter disebut ‘profesi’. Bukan pekerjaan biasa. Mereka harus punya ilmu di bidang itu dan harus punya otonomi untuk membuat keputusan.

Sampailah dokter pada putusan: harus diberi obat apakah pasien ini. Padahal obat untuk Covid-19 belum ada.

Mungkin juga dokter sudah tahu ada obat yang lebih baik dari itu. Apalagi di zaman internet ini. Dokter-dokter muda langsung tahu perkembangan terbaru di dunia luar.

Tapi apakah obat yang lebih baik itu sudah ada di Indonesia?

Maka saya bisa memaklumi dokter akan memberi obat apa pun yang menurut mereka terbaik di antara yang tersedia.

Saya pun mendapat info penting ini: di sebuah rumah sakit di Jakarta pasien Covid-19 diberi obat Oseltamivir 2x 75 mg. Ditambah vitamin C. Juga Azithromycin 2×500 mg atau Levofloxacin 1×750 mg.

Bagi pasien yang sudah agak berat ditambah Chloroquine sulphate 2x 500 mg.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar