Pakar Keuangan Negara Ingatkan Dana Penanganan Covid-19 Rawan Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2020 18:07

Pakar Keuangan Negara, Bastian Lubis. (Fajar/Mirsan)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Pakar Keuangan Negara, Bastian Lubis meminta pemerintah berhati-hati mengelola anggaran darurat penanganan virus corona (Covid-19).

Menurut Rektor Universitas Patria Artha ini, selama ini kasus korupsi babhak terjadi di sektor kesehatan. Mulai dari pengelolaan BPJS kesehatan hingga pengadaan alat kesehatan (alkes) melalui APBD.

“Sudah bukan rahasia umum penyelewengan di sektor kesehatan itu banyak. Di Sulsel sudah ada beberapa contoh korupsi pengadaan alkes di kabupaten/kota,” kata Bastian kepada Fajar.co.id, Minggu (22/03/2020).

Bastian menyebutkan khusus anggaran darurat yang dikucurkan pemerintah ditambah aturan kemudahan penggunaan untuk bencana. Maka sangat mungkin ada cela yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Pemerintah harus berhati-hati apalagi melakukan pergeseran anggaran. Harus digunakan produktif betul anggaran demi penanganan virus corona,” jelas Bastian.

Dirinya berharap tak ada mark-up anggaran atau melebih-lebihkan anggaran pengadaan alkes atau obat-obatan. Terlebih di saat masa tanggap darurat seperti sekarang ini.

Petugas Damkar Kota Makassar melakukan penyiraman cairan Disinfectan sepanjang Jl Sudirman Minggu, 22 Maret untuk mencegah wabah virus Corona–TAWAKKAL/FAJAR

Secara nasional, pemerintah memperkirakan anggaran yang digunakan untuk menangani virus corona atau Covid-19 di Indonesia sebesar Rp27 triliun. Dana tersebut didapat dengan melakukan perubahan atau realokasi anggaran kementerian, lembaga serta pemerintah daerah, yang dianggap kurang penting di tengah merebaknya virus corona.

Bagikan berita ini:
3
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar