Setiap 1,8 Menit, Satu Orang Meninggal di Italia Akibat Virus Corona, Pastore: Mustahil Liga Dilanjutkan

Minggu, 22 Maret 2020 09:38

Javier Pastore/EPA

FAJAR.CO.ID, ROMA—Jumlah korban meninggal di Italia akibat virus corona begitu mencengangkan. Dalam 24 jam terakhir misalnya, ada 793 orang dilaporkan meregang nyawa akibat virus mematikan bernama lengkap coronavirus-2019 (COVID-19) ini. Artinya, ada satu korban meninggal setiap 1,8 menit.

Dengan tambahan yang begitu signifikan, jumlah korban tewas di Italia kini jauh melampaui China yang menjadi negara pertama yang melaporkan wabah ini. Saat ini, korban tewas di Italia berjumlah 4.032.

Selain itu, dikutip dari Football Italia, ada 16.020 orang positif corona yang harus mendapat perawatan di rumah sakit. Dari jumlah ini, sebanyak 2.655 pasien COVID-19 berada dalam perawatan intensif.

Gelandang AS Roma, Javier Pastore percaya dengan situasi saat ini dan isolasi yang harus dilakukan klub, hampir tidak akan mungkin untuk menyelesaikan musim Serie A karena pandemi Coronavirus ini. Seperti diketahui, Serie A dihentikan setelah 26 laga.

“Kita akan melihat apakah kita bermain lagi musim ini atau selanjutnya. Sejujurnya, saya pikir itu tidak mungkin untuk menyelesaikan musim, karena kita membutuhkan setidaknya 20-30 hari pelatihan untuk siap,” kata Pastore kepada Radio Impacto.

Semua klub akan kehilangan uang, tetapi menurut Pastore, sangat tidak mungkin untuk melanjutkan liga. “Itu berarti berakhir nanti dan nanti, jadi kita harus pindah ke awal kampanye berikutnya. Tapi kita tidak bisa melakukan itu, karena musim panas mendatang ada Piala Eropa, Copa America, dll,” ujarnya.

Pastore secara khusus memperingatkan Argentina harus bersiap untuk dampak virus corona ini. “Akan ada kekacauan di Argentina, karena orang-orang akan panik membeli. Jangan percaya cerita palsu yang keluar,” ujarnya.

“Sebenarnya ini adalah penyakit yang tidak hanya berbahaya bagi orang tua. Kami sudah berurusan dengan virus ini selama satu bulan dan masalahnya pada awalnya tidak begitu penting, tetapi setelah dua minggu, itu adalah kekacauan,” kuncinya.

Seorang ahli epidemiologi di satuan tugas Italia menyampaikan bahwa mungkin tidak mungkin bagi orang banyak untuk menghadiri pertandingan sepak bola sebelum Oktober. Dengan begitu, keinginan memainkan kembali pertandingan Seri A pada 2 Mei tampaknya semakin tidak mungkin. “Kita harus jelas dengan orang-orang, tetapi tanpa menteror mereka. Saya pikir tidak mungkin bagi orang banyak untuk menghadiri pertandingan sepak bola sebelum Oktober. Prediksi saya adalah bahwa tindakan pembatasan pergerakan akan berlanjut setidaknya sampai musim panas,” kata ahli epidemiologi Pierluigi Lopalco kepada La Repubblica. Menurutnya, warga mungkin saja bisa segera kembali keluar rumah dan bekerja. “Mungkin dan harus ada beberapa peringanan, jadi kita akan kembali bekerja, pergi keluar, tapi itu semua harus dilakukan dengan sangat lambat dan hati-hati,” tegasnya. (amr)

Bagikan berita ini:
10
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar