Surat terbuka untuk Warga Makassar

Minggu, 22 Maret 2020 17:26

Petugas Damkar Kota Makassar melakukan penyiraman cairan Disinfectan sepanjang Jl Sudirman Minggu, 22 Maret untuk menceg...

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam sejahtera untuk kita semua.

FAJAR.CO.ID — Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri saya dulu. Saya adalah keponakan dari Almarhumah St. Hafsah, pasien covid-19 di Makassar dengan nomor pasien Covid-285.

Kami segenap keluarga almarhumah kaget dan syok dengan situasi ini. Kakagetan kami ditambah dengan banyaknya beredar informasi yang salah tentang keluarga kami, di media sosial. Hal itu juga meresahkan kami yang masih dalam suasana duka.

Kami segenap pihak keluarga memohon maaf yang sebesar besarnya kepada warga Makassar atas berita yang beredar dan menimbulkan keresahan. Sungguh, semua kejadian ini di luar kuasa kami. Kami pun tidak menginginkan adanya vonis penyakit apapun seperti virus penyebab covid-19 yang telah diberitakan sebelumnya. Siapa di antara kita yang mau menerima penyakit ini dan mendapatkan stigma negatif dari masyarakat? Saya pikir tidak ada satu orang pun yang mau demikian.

Kronologis sebenarnya, keluarga kami selama umrah dan tiba di tanah air dalam keadaan sehat walafiat. Demikian juga dengan almarhumah St. Hafsah yang memang memiliki kondisi atau riwayat penyakit sendi dan komplikasi lainnya selama setahun terakhir. Bahkan selama umrah, almarhumah memakai kursi roda karena kondisi tersebut.

Diberitakan bahwa almarhumah dirawat di RS Siloam selama lima hari terakhir kemudian wafat itu tidaklah benar. Fakta sebenarnya almarhumah masuk di RS Siloam Makassar pada pukul 6 pagi tanggal 15 Maret 2020 dan meninggal pukul 5 sore hari itu juga dalam kurun waktu tidak lebih dari 12 jam. Hal ini bisa kami buktikan dengan rekam medis yang ada di RS Siloam Makassar.

Bagikan berita ini:
1
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar