APD Langka, Komisi E DPRD Sulsel Sebut Masih Bisa Diatasi

Senin, 23 Maret 2020 13:43

Ilustrasi penanganan virus corona

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis menjadi perhatian khusus di tengah wabah corona. Di Sulsel, kelangkaan terjadi hampir di semua rumah sakit rujukan.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rusdin Tabi mengatakan kelangkaan itu bukan hanya di Sulsel, tetapi di daerah lain juga terjadi hal demikian.

Mengenai kelangkaan, “Kami serahkan ke gugus tugas Sulsel, yang terbaru kita sudah terima suplay ADP dari pusat terus kita serahkan langsung ke Rumah Sakit Wahidin dan rumah sakit rujukun lainnya,” ungkapnya kepada fajar.co.id, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, kelangkaan ADP di Sulsel masih bisa diatasi, “Sulsel untuk sementara masih dua yang positif, Yang tidak kita tahu ke depannya bagaimana, lonjakan pasien, kita doakan semoga saja tidak terjadi,” kata dia.

Ia mengaku, untuk saat ini Pemprov Sulsel sedang menunggu alat pendeteksi covid-19 dari pusat, dan akan tiba awal bulan April mendatang.

Dirinya mengimbau semua warga bisa mengisolasi diri dan jangan keluar-keluar, “Kalau ada yang melanggar, mungkin instansi terkait bisa menindaktegas kalau perlu kasi sanksi,” ujarnya.

Sementara itu, wakil Komisi E DPRD Sulsel, Arum Spink, mengatakan pihaknya sudah minta agar Pemprov melalui Dinas Kesehatan Segera mencari cara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut khususnya di rumah sakit rujukan di Sulsel.

“Dalam rapat dengar pendapat di Komisi E, kemarin, kita minta daftar kebutuhan termasuk anggaran yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan- kebutuhan tersebut,” kata Arum.

Bahkan, dirinya meminta jaminan kesejahteraan dokter dan paramedis untuk diperhatikan. “Kami di DPRD menunggu usulan tersebut karena ini darurat. Ada Permendagri 20 tahun 2020 menjadi payung hukumnya,” katanya, melanjutkan.

Khusus Rumah Sakit Wahidin, “Kemarin sudah bisa dipenuhi kebutuhan-kebutuhan APDnya. Ini berdasar info yang disampaiian Kepala Dinas Kesehatan kepada kami,” terangnya.

Lebih jauh, pihaknya sudah merekomendasikan agar lebih serius lagi menghadpi virus corona ini, terlebih dalam antisipasi lonjakan pasien beberapa pekan ke depan. (iqbal/fajar)

Bagikan berita ini:
3
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar